Dosen Lecehkan Mahasiswi Kendari

Mahasiswi Dilecehkan Oknum Dosen, Dekan FKIP UHO Kendari Bakal Berikan Perlindungan

FKIP UHO Kendari bakal memberikan perlindugan korban pelecehan seksual. Sosok Prof B oknum dosen Universitas Halu Oleo yang diduga pelaku pelecehan.

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Muhammad Israjab
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau FKIP UHO Kendari, Jamiludin M Muh bakal memberikan perlindungan untuk korban pelecehan seksual oknum dosen 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dekan FKIP UHO Kendari, Jamiludin M Muh menyebut bakal memberikan perlindugan korban pelecehan seksual.

"Sebagai pimpinan fakultas saya berperan melindungi korban. Perlindungan dalam artian melindungi dia (mahasiswi) untuk menyelesaikan studinya di FKIP," katanya pada Rabu (20/7/2022).

Jamiludin menuturkan jika persoalan hukum kasus tersebut di luar dari tanggungjawab pihak kampus.

"Namun saya harus pastikan mahasiswa itu adalah betul terjadi maka wajib hukumnya bagi saya untuk saya lindungi," ucapnya.

Baca juga: Prof B Dosen di Kendari Dilaporkan ke Polisi Diduga Cium Mahasiswi saat Setor Tugas di Rumahnya

Dekan FPIK UHO Kendari mengungkapkan menyayangkan kasus pelecehan tersebut.

Terlebih kasus pelecehan seksual adalah perkara yang dapat membuat trauma berat terhadap korban.

"Saat ini kita belum melakukan pemanggilan terhadap korban karena kita tahu saat ini ia pasti masih mengalami trauma," tuturnya.

Sosok Prof B oknum dosen Universitas Halu Oleo yang diduga pelaku pelecehan seksual kepada mahasiswinya kini telah dilaporkan ke polisi.

Prof B dilaporkan korban RN (20) ke Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota atau Polresta Kendari.

Baca juga: Polisi Segera Panggil Prof B Usai Diduga Cium Mahasiswi UHO Kendari Saat Setor Tugas Kuliah

Laporan RN (20) tertuang sesuai pengaduan bernomor: B/789/VII/2022/Reskrim tertanggal 18 Juli 2022.

RN menceritakan aksi dugaan pencabulan yang dilakukan Prof B di kediamannya.

Saat itu dirinya datang ke rumah dosen tersebut, untuk menyetor tugas berupa rekaman nilai yang diminta, pada Senin (18/7/2022).

Setiba di rumah Prof B, dirinya duduk berhadapan lalu menyetorkan rekapan nilai lalu berbincang sebentar.

"Pada saat saya berdiri untuk pamit, terlapor (Prof B) berdiri langsung membuka masker dan mencium bibir saya," tulis korban dalam surat laporan yang diterima TribunnewsSultra.com.

Dirinya sontak kaget dan mendorong kedua bahu Prof B lalu bergegas pergi keluar meninggalkan rumah itu.

Korban pun keberatan dan melaporkan kejadian itu ke Unit PPA Satreskrim Polresta Kendari.

Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi saat dihubungi belum menjawab telepon wartawan TribunnewsSultra.com pada Rabu (20/7/2022).(*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved