Berita Sulawesi Tenggara

Bahtra Minta Akses KUR Lebih Dipermudah, Anggota Komisi XI DPR RI Reses di Kantor OJK Sultra

Anggota Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara, Bahtra menggelar reses bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Anggota Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara, Bahtra menggelar reses bersama Otoritas Jasa Keuangan Sultra, pada Rabu (17/7/2022). Reses tersebut bertempat di Gedung Learning Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Jl Y Wayong II Dalam, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari (samping RS Bhayangkara). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Anggota Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara, Bahtra menggelar reses bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra.

Reses tersebut bertempat di Gedung Learning Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Jl Y Wayong II Dalam, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari (samping RS Bhayangkara).

Dalam reses tersebut, Bahtra meminta kepada OJK Sultra untuk mengumpulkan Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara, terdiri Bank Mandiri (BMRI), BRI (BBRI), BNI (BBNI), dan BTN (BBTN).

Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Sultra ini mengatakan reses yang ia lakukan bertujuan untuk menyerap aspirasi industri perbankan.

"Dari hasil reses atau pertemuan yang dilakukan industri perbankan mengalami pertumbuhan dan relatif meningkat di masa pandemi Covid-19," katanya, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Haerul Saleh Kini Jadi Anggota BPK RI, DPR Lantik Bahtra Banong PAW Fraksi Gerindra Dapil Sultra

Kendati demikian secara umum, BTN masih perlu didorong untuk dilakukan percepatan, karena konsepnya memang lebih fokus menangani perumahan.

Di antara bank lainnya, BTN yang sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19, tetapi secara keseluruhan industri keuangan di Sultra mengalami pertumbuhan atau peningkatan.

"Setelah pandemi ini harapannya perbankan mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kedua yakni membantu memfasilitasi UMKM dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi di Sultra," ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya mengatakan pertumbuhan industri keuangan di Sultra terus meningkat pascapandemi Covid-19.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kata dia, jumlah UMKM pun turut mengalami peningkatan di Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Bahtra Resmi Dilantik Ganti Haerul Saleh sebagai Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Sulawesi Tenggara

"Kami berharap agar industri keuangan terutama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dapat meningkatkan kredit UMKM pascapandemi ini," katanya.

Lanjutnya, karena dengan meningkatnya kredit UMKM telah terbukti dapat bertahan di tengah pandemi dan menjadi penopang perekonomian Sultra.

Selain itu, khusus Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam hal ini Bank Sultra, pihaknya terus mendorong terkait dengan pemberian kredit UMKM.

Karena seperti diketahui, Bank Sultra memang fokusnya hanya pada pengkreditan yang bersifat konsumtif.

"Kami terus menggenjot agar Bank Sultra memberikan kredit pada bidang produktif khususnya UMKM, memonitoring, serta meminta rancangan bisnis Bank Sultra diperluas tiap tahun," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved