Berita Konawe
Sapi Kurban di Konawe Sulawesi Tenggara Diprediksi Capai 800 Ekor di Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe memprediksi sapi kurban mencapai 800 ekor pada saat Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah/ 2022 Masehi.
Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe memprediksi sapi kurban mencapai 800 ekor pada saat Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah/ 2022 Masehi.
Hari Raya Iduladha 1443 Hirjiah atau Hari Raya Kurban 2022 Masehi jatuh pada tanggal 10 Juli 2022 mendatang.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe, Jumrin mengatakan, jumlah tersebut sesuai estimasi minimal dua ekor sapi yang disembelih per desa dan kelurahan.
Di mana, kata dia di Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terdapat total sebanyak 291 desa dan kelurahan.
"Jadi, dari 291 desa di Konawe kalau kita estimasi setiap desa menyembelih dua ekor sapi berarti sekitar 800 ekor sapi yang disembelih saat Hari Raya Iduladha," kata Jumrin, Kamis (7/7/22).
Baca juga: Harga Sapi Kurban Presiden Jokowi, Berat Satu Ton, Pemotongan di Pasarwajo Buton Sulawesi Tenggara
Ia menambahkan, khusus sapi kurban pengambilan terbanyak berasal dari Kecamatan Amonggedo dan Pondidaha.
Namun, secara umum stok sapi selain dari dua kecamatan tersebut terbilang cukup merata di Konawe, Provinsi Sultra.
"Hampir di setiap kecamatan ada sapi yang kita siapkan untuk keperluan kurban," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe ini.
Jumrin menuturkan, selain memenuhi permintaan warga lokal, sapi asal Konawe juga banyak dikirim keluar daerah.
Di antaranya, Kota Kendari, Kolaka Timur (Koltim), hingga Kolaka Utara (Kolut), bahkan ke Sulawesi Selatan (Sulsel).
Baca juga: Kemenag Kota Kendari Bakal Siapkan 30 Ekor Sapi Kurban, Pastikan Daging Aman Dikonsumsi Masyarakat
Sebelum dikirim, kata dia, sapi tersebut telah mengantongi rekomendasi pemeriksaan oleh petugas medis berupa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
"Kesehatan hewannya kita sudah antisipasi memang. Dalam hal ini, sanitasi lingkungan, kandangnya, termasuk penjagaan kesehatan ternak," kata dia.
"Kita pastikan sapi kurban asal Konawe, Provinsi Sultra bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK)," tuturnya.
Ia menjelaskan, selain sapi lokal, pihaknya menyiapkan sapi hasil metode inseminasi buatan (IB) alias kawin suntik bagi warga yang ingin berkurban saat Iduladha mendatang.
Jumrin menuturkan mengenai harga per ekor sapi bervariasi bergantung ukuran dan bobot hewan ternak tersebut.
Baca juga: Dinas Pertanian Pastikan Wabah PMK Tak Menyerang Ternak Sapi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara
"Untuk sapi kurban harga jual bervariasi, terendah Rp13 juta per ekor, tertinggi bisa sampai Rp30 jutaan. Kalau sapi hasil inseminasi buatan lebih mahal, bisa mencapai Rp80 jutaan per ekor," tutupnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)