Berita Sulawesi Tenggara
Lindungi Data Pemerintah dari Serangan Siber, Pemrov Sulawesi Tenggara Launching CSIRT
provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan launching Sultraprov Computer Security Incident Respose Team (CSIRT) berlangsung di Hotel Claro Kendari
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Sultraprov-Computer-Security-Incident-Respose-Team-Sulawesi-Tenggara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) melaunching Sultraprov Computer Security Incident Respose Team (CSIRT).
Kegiatan untuk penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atau data atas insiden keamanan dan serangan siber yang terjadi pada suatu organisasi atau pemerinta
Launching tersebut bertempat di Hotel Claro Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (27/6/2022).
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Letjen TNI Purn Hinsa Siburian mengatakan Indonesia harus terus siaga dalam menghadapi ancaman kejahatan siber.
Baca juga: Nama Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi Sempat Diusulkan NasDem Sultra dalam Bursa Capres 2024
"Kejahatan tersebut seperti penyalahgunaan data, karena saat ini data lebih penting dari semuanya, data ini juga sebagai pertahanan serta keamanan negara,"ungkapnya.
Lebih lanjut, dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara tersebut maka semua pihak wajib tanggap dan sigap untuk menghadapi perang siber.
Letjen TNI Purn itu menjelaskan terkait dengan tiga ruang siber Indonesia yakni terdapat tiga lapisan utama yakni fisik, logika dan persona.
Pada lapisan pertama ini ia menjelaskan, yang dimaksud lapisan fisik seperti geografis atau Base Transceiver Station (BTS), serat optik, dan data center atau biasa dikenal dengan tempat penyimpanan data.
"Lapisan kedua yakni logika, atau suatu jaringan yang menghubungkan data yang disampaikan pada ruang penyimpanan kepada penggunan jaringan,"tuturnya.
Lanjutnya, untuk lapisan ketiga ini yakni persona dapat diartikan adalah lapisan sosial yakni secara sederhana dimaksud yaitu penghubung antara lapisan pertama, kedua dan yang ketiga lapisan sosial yaitu masyarakat sebagai pengguna jaringan.
Baca juga: Gubernur Sultra Ali Mazi Sebut Keterbukaan Informasi Dorong Masuknya Investasi di Sulawesi Tenggara
Katanya, dalam ketiga lapisan tersebut saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya yang bisa menjadi ancaman siber atau kejahatan data yang tersimpan.
"Untuk itu, guna mencegah kejahatan siber di Indonesia perlunya sinergitas mulai dari Polri, Kejaksaan, BNPT, BNN, BIN, TNI, Kemhan, dan Kemenkominfo,"ujarnya.
Letjen TNI Purn Hinsa Siburian menuturkan target dari serangan siber ini adalah lapisan sosial dengan mempengaruhi ide, pendapat, emosi, tingkah laku, opini, motivasi hingga sistem kepercayaan.
"Selain targetnya menyerang objek vital, serangan ini juga dapat menyerang objek vital nasional atau menganggu infrastruktur jaringan nasional,"pungkasnya.
Baca juga: Warga Surabaya Geger Bayi Tewas Membusuk di Rumah, Ayah dan Ibu Malah Hadiri Acara di Jogja
Ditempat yang sama Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan sebagai bentuk untuk mencegah kebocoran data yang dapat membahayakan keamanan data di Bumi Anoa.