IAIN Kendari
Orasi 9 Bahasa Meriahkan Festival Bahasa 2022 di IAIN Kendari, Ada Lomba SMA, Kemah Santri Mahasiswa
Orasi 9 bahasa memeriahkan Festival Bahasa 2022 di Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Sri Rahayu | Editor: Aqsa
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Orasi 9 bahasa memeriahkan Festival Bahasa 2022 di Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM Bahasa IAIN tersebut berlangsung mulai Jumat (24/06/2022) hingga 27 Juni 2022.
Festival Bahasa 2022 tersebut berlangsung di Aula Perpustakaan IAIN Kendari, Jalan Sultan Qaimuddin Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sultra.
Pembukaan kegiatan ini sebelumnya dimeriahkan orasi 9 bahasa dari anggota UKM Bahasa.
Bahasa tersebut yakni Arab, Inggris, Jepang, dan Korea termasuk bahasa daerah di antaranya Tolaki, Muna, Kulisusu, Bugis, hingga Jawa.
Baca juga: Cara Daftar Jalur Mandiri Lokal IAIN Kendari, Lengkap Link Pendaftaran, Penutupan 22 Juli 2022
"Orasi 9 bahasa ini sesuai tema kegiatan yang diusung yakni Budayakan Bahasamu, Bahasakan Budayamu," kata Dewan Pengawas dan Evaluasi Pengurus (DPEP) UKM Bahasa IAIN Kendari, Maulvi Hasbi Ashshiddiqi, Sabtu (25/06/2022).
Festival Bahasa 2022 yang dibuka Wakil Rektor III IAIN Dr Herman MPdi ini diisi sejumlah rangkaian kegiatan.
Kegiatan tersebut di antaranya lomba debat bahasa Inggris, lomba public speaking, hingga lomba speeling bee atau mengeja kata.
Lomba tersebut diikuti siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat tak hanya dari Kota Kendari tapi daerah lainnya di Sultra.

Beberapa di antaranya berasal dari SMAN 1, SMAN 6, dan SMAN 10 di Kendari, serta SMAN 1 Konawe Selatan (Konsel).
Pada Festival Bahasa 2022 ini juga digelar Kemah Bahasa Inggris dan bahasa Arab bekerja sama dengan salah satu pondok pesantren (ponpes).
Peserta kemah bahasa tersebut berasal dari santri ponpes maupun mahasiswa IAIN Kendari.
"Kalau konsepnya lebih ke berbahasa enjoy (menyenangkan). Kita fokusnya ke bahasa Inggris dan bahasa Arab tapi kalau ada improvisasi bahasa lokal juga boleh tergantung nanti situasinya," jelas Maulvi.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu)