UHO Kendari

UHO Kendari Terapkan KKN MBKM, Bedanya KKN Tematik, Ini Penjelasan Wakil Rektor III

Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperpanjang masa tinggal mahasiswa saat melaksanakan KKN Tematik.

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Gedung Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari Provinsi Sulwasi Tenggara (Sultra) kini menerapkan Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kampus Merdek atau KKN MBKM.

Hal itu dikatakan Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr Nur Arafah saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (15/6/2022).

Lebih jelas, Dr Nur Arafah menerangkan KKN MBKM ini mempunyai perbedaan pada masa tinggal mahasiswa dibandingkan dengan KKN Tematik.

"Kalau KKN Tematik dan Reguler itu masa tinggal mahasiswa hanya 30 hari, namun dibandingkan KKN MBKM itu masa tinggal mahasiswa kurun waktu selama 45 hari," katanya.

Baca juga: Daya Tampung PPDB 2022 SMA di Sulawesi Tenggara Sebanyak 12 Rombongan Belajar, SMK 24 Rombel

Lebih jelasnya, pada pelaksanaannya mahasiswa bakal melakukan pertukaran pelajar tersebut selama tiga semester.

"Dengan pembagian waktu satu semester mahasiswa berada di kampus tempat pertukaran pelajar dan dua semesternya di luar perguruan tinggi," tuturnya.

Dr Nur Arafah menerangkan dengan adanya kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka, kini perguruan tinggi harus memfasilitasi minat dan bakat mahasiswa agar dapat tersalurkan.

Kata dia, dalam programnya ada delapan item diperuntukkan bagi mahasiswa untuk mengenyam minat dan bakat dari kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

"Jadi, proyek di desa, studi independen, program pengabdian, pertukaran mahasiswa, magang di industri dan lain sebagainya. Iya, semua minat bakat mahasiswa ini harus difasilitasi," terangnya.

Baca juga: Wakil Rektor III Nur Arafah Imbau Mahasiswa UHO Kendari Agar Tak Terlibat Bentrok di Depan Kampus

Sehingga, kata dia, dengan adanya program tersebut mahasiswa dapat secara terdidik dalam memenuhi kriteria akademik.

"Secara moral mahasiswa dapat lebih siap dan universitas juga tidak merasa bersalah bila nanti profesi dan latar belakang pendidikan tidak relevan," ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved