Breaking News:

Berita Konawe

PT VDNI dan PT OSS Mangkir Panggilan Hearing DPRD Konawe Bersama Federasi Serikat Pekerja Nasional

PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (PT OSS) mangkir dari undangan hearing, Senin (23/5/2022).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Arman Tosepu
PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (PT OSS) mangkir dari undangan rapat dengar pendapat (hearing), Senin (23/5/2022). Di mana, Komisi III DPRD Konawe mengundang perusahaan tersebut untuk rapat dengar pendapat bersama dengan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Nasional. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (PT OSS) mangkir dari undangan rapat dengar pendapat (hearing), Senin (23/5/2022).

Di mana, Komisi III DPRD Konawe mengundang perusahaan tersebut untuk rapat dengar pendapat bersama dengan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Nasional.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut terkait apirasi pekerja mengenai Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Ketua Komisi III DPRD Konawe, H Abdul Ginal Sambari mengatakan, pihaknya akan menyurat kembali kepada kedua perusahaan tersebut.

"Agenda hearing kali ini kita pending dulu berhubung pihak pengusaha yang kita undang mangkir, kita akan menyurat kedua kali secara patut," kata Abdul Ginal Sambari.

Baca juga: Penjelasan Bupati Konawe Utara Ruksamin Soal Tapal Batas Konut dan Morowali, Surati PT Tiran dan KDI

Lebih lanjut, kata dia, secara kelembagaan pihaknya memiliki wibawa dan kewenangan untuk memanggil siapa saja sesuai dengan amanah Undang-Undang (UU) MD3.

Di tempat yang sama, Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Nasional (FSPN) Konawe, Yopi Wijaya Putra kecewa atas sikap kedua perusahaan yang kurang koperatif atas undangan tersebut.

Yopi Wijaya Putra bilang, undangan haering itu untuk kepentingan bersama antara perusahaan dengan pekerjanya.

"Perusahaan itu bisa maju dan pekerja juga bisa makmur dan sejahtera. Dua kepentingan ini wajib kita dukung ini penting dan tegas kami sampaikan," kata Yopi Wijaya Putra.

Ia menyebutkan pihaknya mendesak agar PT VDNI dan PT OSS untuk segera melayani surat permohonan PKB yang diajukan serikat buruh sebelumnya agar diakomodir.

Baca juga: Harapan Masyarakat Konawe Utara ke Industri Smelter PT NIS usai Diresmikan Wapres Maruf Amin

Yopi Wijaya Putra berharap, manajemen kedua perusahaan dapat memahami atas tuntutan para pekerja.

"PT VDNI, PT OSS, dan Disnakertrans Konawe yang absen maka pimpanan rapat Komisi III DPRD Konawe dan Pengurus FSPN bersepakat menunda dan akan mengatur ulang jadwal pertemuan hearing," ujarnya.

Untuk diketahui, DPRD Konawe mengundang sejumlah pihak melalui surat Nomor 005/224/2022 terkait tindak lanjut Surat Pengurus Daerah FSPN Nomor SPm/006/DPD-FKSPNV/2022 perihal permohonan rapat dengar pendapat bersama DPRD Konawe, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Konawe, PT VDNI dan PT OSS serta DPD FSPN Konawe. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved