Berita Kolaka

Lima Hari Pencarian, Tim SAR Belum Temukan Korban Hilang di Sungai Lamedai Kolaka

Korban yang hilang bernama Edward Sugiarta akibat terseret arus sungai pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 13.30 Wita.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Sebanyak tujuh pekerja tambang terseret arus di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah seorang dari tujuh pekerja itu dinyatakan hilang seusai terseret arus Sungai Lamedai, Desa Sopura, Kecamatan, Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra. Korban yang hilang bernama Edward Sugiarta, terseret arus sungai pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 13.30 Wita. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian hari ke lima korban hilang di Sungai Lamedai Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui, korban yang hilang bernama Edward Sugiarta akibat terseret arus sungai pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 13.30 Wita.

Melalui keterangan tertulis Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari, Wahyudi pada Minggu (22/5/2022) hari ini pencarian korban kembali dilanjutkan.

Baca juga: Satu Warga Kolaka Ditemukan Tak Bernyawa, Usai Perahu Disambar Petir saat Memancing Ikan

Kata Wahyudi, proses pencarian korban hilang pada hari kelima ini menyisiri area muara dan pantai yang dilakukan sekira pukul 07:00 Wita.

"Kita menggunakan 1 unit Rescue car dan 2 unit Rubber boat serta peralatan pendukung keselamatan lainnya," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh pekerja tambang terseret arus di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian hari ke lima korban hilang di Sungai lamedai Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian hari ke lima korban hilang di Sungai lamedai Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) (Istimewa)

Salah seorang dari tujuh pekerja itu dinyatakan hilang seusai terseret arus Sungai Lamedai, Desa Sopura, Kecamatan, Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra.

Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari, Wahyudi menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Kata dia, peristiwa bermula ketika korban bersama enam rekannya menyeberangi sungai menggunakan mobil dobel kabin seusai bekerja di lokasi tambang.

Baca juga: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Kendari Meningkat Sejak Tiga Tahun Terakhir

"Saat berada di tengah sungai, mobil terseret arus deras sehingga semua penumpang dalam mobil berusaha keluar dari mobil," beber Wahyudi dalam keterangan tertulisnya usai kejadian.

Sebanyak enam pekerja berhasil berenang ke tepi sungai, sedangkan korban terbawa dan terseret arus hingga dinyatakan hilang.

Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi kejadian kecelakaan pada pukul 17.45 Wita untuk membantu pencarian korban.

Tim SAR menggunakan rescue car membawa satu unit rubber boat beserta peralatan pendukung keselamatan lainya untuk memberikan bantuan SAR.

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved