Profil Andrew Kalaweit, Tarzan Indonesia Berusia 18 Tahun yang Tidak Kabur saat Bertemu Harimau

Simak profil Andrew Kalaweit, tarzan Indonesia yang tidak kabur saat melihat Harimau.

Editor: Risno Mawandili
Istimewa
KOLASE FOTO - Simak profil Andrew Kalaweit, Tarzan Indonesia yang tidak kabur saat melihat Harimau. 

Saat ini Chanee Kalaweit dan keluarga tinggal di tengah Hutan Kalimantan, tepatnya di Pararawen.

Meski rumahnya ada di tengah hutan, kebutuhan air, energi listrik, bahkan internet, dan semua kebutuhan lainnya sangat tercukupi.

Bahkan teknologi internet juga masih bisa diakses oleh keluarga Chanee meski agak sulit tapi mereka bahagia hidup dengan kebutuhan yang cukup.

Baca juga: Atlet Dayung Asal Sultra Sumbang 2 Medali SEA Games, Ketua PODSI Beri Dukungan Langsung ke Vietnam

Prada istrinya Chanee juga diketahu suka berkebun, dan banyak sayur-sayuran yang di tanamnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Pendiri yayasan Kalaweit

Hingga hari ini, yayasan yang didirikannya menjadi mitra departemen kehutanan untuk menyelamatkan satwa yang dilindungi.

Perjuangannya untuk menyelamatkan satwa-satwa di Indonesia bukan berarti tanpa duka.

Bagi Chanee, hal terberat yang ia alami saat berjuang menyelamatkan satwa liar di Indonesia adalah melihat wajah Kalimantan yang berubah drastis demi industri perkebunan.

Baca juga: Staf Ahli Kemenkumham Bidang Sosial Sebut Sarana dan Prasarana Kantor Imigrasi Kendari Sangat Baik

"Yang paling membuat saya sedih, dalam 20 terakhir melihat wajah Kalimantan berubah. Hutan Kalimantan hancur demi industri," ujar dia.

Selama 20 tahun lebih berjuang menyelamatkan satwa, Chanee mengaku pernah menghadapi berbagai ancaman, terutama saat ia membuat video mengenai kabut asap yang menyelimuti Kalimantan.

"Selama 20 tahun lebih di sini pasti ada konflik dan ancaman, terutama setelah saya bikin video itu.

Kalau kita berusaha menyelamatkan sesuatu ada membuat perubahan baik pasti ada musuh.

Apalagi, yang ada di hadapan kita perusahaan-perusahaan yang cuma mikir profit," ungkapnya. Namun, rintangan tersebut tak memutuskan langkah Chanee untuk tetap berjuang.

Baginya, ancaman-ancaman yang ia dapatkan tak sebanding dengan keberhasilannya melindungi lebih dari 1000 hektare lahan dan hutan di Kalimantan.

"Semua keberhasilan ini juga berkat dukungan masyarakat sekitar. Saya tidak akan bisa mendapatkan semua ini tanpa dukungan mereka," ucapnya.

Jadi Korban kabut asap

Bencana kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatera turut membuatnya frustrasi.

Chanee, yang kini tinggal di Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara, juga turut merasakan dampak dari bencana karhutla tersebut.

Meski tempatnya tinggal jauh dari titik api kebakaran hutan dan lahan, ia mengaku turut merasakan kabut asap pekat dampak karhutla.

"Jarak pandang disini sekitar 154 meter dengan asap yang tebal tetapi semua ini merupakan asap kiriman dari daerah Palangkaraya atau Sampit karena wilayah saya tinggal hampir tidak ada gambut," kata dia.

Kiriman asap tersebut, menurut pengakuan Chanee, telah menganggu aktivitas warga sekitar dan mengakibatkan berbagai penyakit, terutama saluran pernapasan.

Tahun 2015, Chanee pernah membuat video berisi pesan untuk Presiden Joko Widodo mengenai bencana karhutla yang selalu terjadi berulang.

Dalam video tersebut Chanee menyampaikan rasa marahnya karena bencana karhutla yang menyebabkan banyak penderitaan itu dibuat demi kepentingan Industri.

"Saya marah tidak hanya karena anak saya terkena ISPA seperti ratusan anak lainnya, Saya marah tidak hanya karena ribuan orang sesak nafas dan menangis sambil beroda dapat melihat matahari lagi."

"Bapak presiden, saya marah karena semua penderitaan ini dibaut demi industri minyak kelapa sawit," demikian isi penggalan video yang dibuat oleh Chanee di tahun 2015.

Kisah Cintanya Curi Perhatian

Diketahui, Chanee Kalaweit ini menikah dengan gadis dayak yang bernama Prada.

Chanee dan Prada menikah dengan cara Islam dan menggunakan adat Melayu.

Seperti yang kita Chanee merupakan sosok laki laki yang benci dengan wanita memandang dirinya sebagai pria bule.

Lain halnya dengan Prada yang cuek saat tahu ada sosok Chanee ini lah yang malah membuat pria asal Prancis ini jatuh cinta.

Bahkan proses pendekatan Chanee ke keluarga Prada pun tak mudah.

Awalnya sembunyi sembunyi karena takut dengan Ayah Prada yang dikenal ganas namun saat selama 6 bulan menjalin hubungan.

Chanee memberanikan diri untuk bertemu dengan ayah Prada karena ia sudah menjatuhkan pilihannya pada gadis dayak yang bernama Prada.

Kini tinggal di tengah Hutan Bersama Keluarga

Chanee pertama kali menginjakkan kakinya di Tanah Air pada tahun 1998.
20 tahun berselang, Ia mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.

Kini Chanee memilih tinggal di hutan bersama istri dan kedua anaknya.

Potret di atas adalah rumah Chanee yang hampir semua materialnya terbuat dari kayu.

Rumahnya terlihat begitu asri.

Chanee menggunakan energi ramah lingkungan untuk mencukupi kebutuhan listrik di rumahnya.

Letak rumahnya yang jauh dari pusat kota mengharuskan Chanee menggunakan parabola agar bisa mendapatkan sinyal.

Untuk menunjang aktivitasnya, Chanee juga memiliki seperangkat komputer di rumahnya.

Chanee juga kerap mengunggah kegiatan sehari-harinya di akun Youtubenya yang kini punya lebih dari 242 ribu subscriber.

Hampir semua bagian rumah terbuat dari kayu, rumah Chanee ini tampak begitu luas dan nyaman untuk ditinggali.

Bahkan rumahnya juga dilengkapi dengan dapur mini bar layaknya rumah modern yang berada di tengah kota besar.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Chanee dan istrinya menanam berbagai jenis sayur dan buah di pekarangan rumahnya.

Rumahnya pun tampak begitu asri dan nyaman untuk ditinggali walaupun berada di tengah hutan. (*)

Sumber: Sripoku.com

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved