Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Pemuda di Konawe Selatan Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon setelah Hilang 4 Hari

Sesosok mayat laki-laki ditemukan tergantung di pohon pada Selasa (10/5/2022), sekira pukul 10.00 Wita.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
Tangkapan Layar
Sesosok mayat laki-laki ditemukan tergantung di pohon pada Selasa (10/5/2022), sekira pukul 10.00 Wita. Korban diketahui bernama AS (17), ditemukan tergantung di pohon jambu mete di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sesosok mayat laki-laki ditemukan tergantung di pohon pada Selasa (10/5/2022), sekira pukul 10.00 Wita.

Korban diketahui bernama AS (17), ditemukan tergantung di pohon jambu mete di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Kepolisian Sektor atau Polsek Andoolo, AKP Juwanto, mengatakan pemuda tersebut ditemukan tergantung oleh Jumain, ayah korban.

AKP Juwanto menjelaskan, pihak keluarga sebelumnya mencari korban yang hilang sejak Sabtu (7/5/2022), tetapi korban tidak ditemukan.

"Jumain mencari korban karena sejak hari Sabtu, 7 Mei 2022 karena tidak melihat anaknya tersebut," jelas AKP Juwanto melalui keterangan tertulis, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: 11 Insiden Laka Lantas di Konawe Terjadi Selama Operasi Ketupat 2022, Tiga Korban Meninggal Dunia

"Di mana orang tua korban sudah berkeliling mencari melalui teman-temannya, tetapi tidak mendapatkan informasi terkait keberadaan korban," tambahnya.

Kata dia, korban baru ditemukan pada Selasa (10/5/2022) pagi, saat ayahnya mengecek di belakang rumah.

Kemudian menemukan kondisi korban sudah tewas tergantung di bawah pohon dengan kondisi mengenaskan.

"Ayahnya mengecek di belakang rumah mendapati korban sudah tergantung di pohon jambu mete dalam keadaan sudah berbau dan berulat," ujar AKP Juwanto.

Selanjutnya, pihak keluarga lantas meminta masyarakat dan kepolisian untuk membantu mengevakuasi jenazah korban.

Baca juga: Polisi yang Tabrak 5 Orang hingga Tewaskan Tukang Sapu Ternyata Sering Mabuk, Kini Terancam Dipecat

AKP Juwanto mengatakan dugaan sementara, korban tewas karena bunuh diri, karena hasil penyelidikan belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. 

"Hasil penyelidikan belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, tapi kasus ini tetap kami proses untuk mencari penyebab pasti korban tewas," jelas Kapolsek Andoolo.

Selain itu, AKP Juwanto menambahkan, dari keterangan pihak kelurga, korban diketahui sebagai sosok yang pendiam dan rajin beribadah di masjid.

"Kalau keterangan ayahnya, keseharian pemuda ini rajin ke masjid dan jarang bergaul dengan teman-temannya karena anaknya pendiam," tuturya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved