Kamis, 21 Mei 2026

Invasi Hari Ke-72: Putin Minta Pasukan Ukraina Menyerah & AS Bocorkan Lokasi Kapal Perang Rusia

Ukraina menyebut Rusia melanggar janjinya tentang gencatan senjata untuk melakukan evakuasi warga sipil yang masih terjebak di Mariupol.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto Invasi Hari Ke-72: Putin Minta Pasukan Ukraina Menyerah & AS Bocorkan Lokasi Kapal Perang Rusia
Reuters/Alexander Ermochenko
Pasukan pro-Rusia menembak dari sebuah tank selama pertempuran di dekat pabrik baja Azovstal di Mariupol, Ukraina selatan, yakni ketika Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut para pejuang Ukraina di pabrik itu untuk menyerah. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Jumat (6/5/2022) telah berlangsung selama 72 hari.

Konflik bersenjata antara kedua negara bertetangga ini diketahui dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.

Yakni setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk melancarkan serangan berskala penuh ke Ukraina.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-72 perang Rusia dengan Ukraina:

Baca juga: Vladimir Putin Minta Maaf ke PM Israel atas Klaim Menlu Rusia yang Sebut Hitler Berdarah Yahudi

- Operasi ketiga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang dilakukan untuk mengevakuasi warga sipil dari pabrik baja Azovstal di Mariupol, kota di bagian selatan Ukraina.

“Sebuah konvoi sedang menuju ke Azovstal besok pagi dengan harapan untuk menerima warga sipil yang tersisa di neraka yang suram itu dan membawa mereka kembali ke tempat yang aman,” kata Kepala Kemanusiaan PBB, Martin Griffiths.

- Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menggambarkan zona perang di Mariupol tampak seperti “lanskap neraka”.

PBB dan Komite Palang Merah Internasional sejauh ini telah membantu hampir 500 warga sipil melarikan diri dari area pabrik baja di kota pelabuhan selatan Ukraina itu selama dua operasi dalam seminggu terakhir.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-71: Uni Eropa Usul Sanksi Terberat untuk Rusia, Serangan di Azovstal Ukraina

- Seorang komandan Ukraina mengatakan "pertempuran berat dan berdarah" berlanjut di Azovstal dan Rusia melanggar janjinya atas gencatan senjata sehingga mencegah evakuasi warga sipil.

Svyatoslav Palamar, seorang Komandan Resimen Azov yang mempertahankan situs tersebut dalam sebuah video di Telegram berkata:

“Rusia melanggar janji gencatan senjata dan tidak mengizinkan evakuasi warga sipil yang terus bersembunyi dari penembakan di ruang bawah tanah pabrik.”

Palamar sebelumnya memohon bantuan untuk "tentara yang terluka hingga sekarat dalam penderitaan yang mengerikan" dan evakuasi warga sipil yang terperangkap di pabrik.

Baca juga: Uni Eropa Berencana Jatuhi Sanksi ke Alina Kabaeva Pacar Vladimir Putin atas Invasi Rusia di Ukraina

- Kremlin menyatakan bahwa Putin menuntut agar Ukraina memerintahkan para pejuangnya yang bersembunyi di Azovstal untuk menyerah.

Dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, Putin mengklaim Rusia masih siap untuk memberikan jalan yang aman bagi warga sipil dari pabrik, menurut Kremlin.

- Ukraina "tidak mungkin" melancarkan serangan balasan sebelum pertengahan Juni, ketika ia berharap untuk menerima lebih banyak senjata dari sekutunya, kata Oleksiy Arestovych, seorang Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved