Berita Kendari
Pembangunan Kawasan Mega Industri, DPRD Kota Kendari Minta Pemkot Terbuka Soal Perizinan
Pembangunan kawasan mega industri di Kota Kendari ini tentu akan menghadirkan peluang kerja dan menjadi pembangkit perekonomian.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/foto-anggota-dprd-kendari-rajab-jinik.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - PT Kendari Kawasan Industri Terpadu (KKIT) bekerjasama dengan China Construction Third Engineering Bureau Group akan menghadirkan Mega Industri di Kota Kendari tahun 2022 ini.
Pembangunan kawasan mega industri di Kota Kendari ini tentu akan menghadirkan peluang kerja dan menjadi pembangkit perekonomian.
Rencananya, kawasan industri ini akan dibangun di 400 hektare lahan di Kecamatan Abeli Kota Kendari sebagai tahap awal dari 1700 hektar lahan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari LM Rajab Jinik meminta Pemerintah Kota harus terbuka dalam izin pembangunan Mega Industri.
Baca juga: 1700 Hektar Lahan di Kawasan Abeli Kendari Bakal Dibangun Mega Industri, Rekrut Ribuan Tenaga Kerja
Serta memperhitungkan segala hal sebelum memulai pembangunan, termasuk dampaknya ke lingkungan.
Meskipun kata dia, DPRD Kota Kendari memberikan dukugan secara penuh atas pembangunan kawasan mega industri itu.
"Pemerintah Kota Kendari harus terbuka dalam mempublikasikan Izin pembangunan," kata Rajab Jinik.
Menurutnya potensi berkembangnya Kota Kendari dalam bidang Industri memang besar.
Baca juga: Tim Percepatan Penanganan Stunting Kota Kendari Bakal Studi Banding 2 Wilayah di Indonesia
Sehingga diharapkan adanya kawasan industri bisa meningkatkan perekonomian daerah dan dapat meningkatkan kemampuan dan ekonomi masyarakat Kota Kendari.
Ia juga mengharapkan agar Pemerintah Kota dapat merealisasikan apa yang mereka janjikan.
Hal itu untuk menghindari timbulnya permasalahan di masyarakat, yang dapat membuat pihak investor kecewa.
"Jangan sampai ada masyarakat yang merasa di rugikan, dapat membuat pekerjaan terhenti dan Investor menjadi Kecewa," ujarnya.
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)