UPDATE Hari Ke-50 Invasi Rusia di Ukraina: Bantuan AS hingga ICC Selidiki Dugaan Kejahatan Perang
Sederet kejadian pada hari ke-50 perang Rusia Vs Ukraina: Bantuan tambahan dari AS hingga pengadilan internasional selidiki dugaan kejahatan perang.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/BUCHA-3-APRIL_.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Terhitung pada Kamis (14/4/2022), perang antara pasukan militer Rusia melawan Ukraina telah berlangsung selama 50 hari.
Konflik bersenjata di antara kedua negara bertetangga ini diketahui dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.
Yakni setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk melancarkan serangan berskala penuh ke Ukraina.
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-50 perang Rusia dengan Ukraina:
- Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan seluruh awak kapal perang Moskva yang dilaporkan dihantam oleh Ukraina di Laut Hitam pada Rabu (13/4/2022) malam, telah dievakuasi setelah ledakan amunisi mengakibatkan kebakaran di kapal.
Baca juga: Rangkuman Hari Ke-49 Perang: Televisi Rusia Siarkan Video Penyerahan Mariupol Ukraina ke Moskwa
“Kapal penjelajah Moskva dari Armada Laut Hitam rusak parah akibat ledakan amunisi yang terjadi akibat kebakaran, awaknya dievakuasi,” lapor media pemerintah Rusia TASS, mengutip Kemhan Rusia.
Kapal berbobot 12.500 ton ini memiliki awak sekitar 500 orang.
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan embargo minyak dalam pidato malamnya pada hari Rabu.
“Pertama-tama, kita membutuhkan embargo minyak. Dan kesiapan Eropa yang jelas untuk menyerahkan semua energi Rusia. Uni Eropa harus berhenti mensponsori mesin militer Rusia.” ujar Zelenskyy.
- Zelenskyy mengkonfirmasi para ahli forensik dari Pengadilan Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) mengunjungi Bucha pada Rabu (13/4/2022) untuk menyelidiki kemungkinan kejahatan perang.
Baca juga: Vladimir Putin Sebut Invasi Rusia di Ukraina Bertujuan Mulia dan Hal yang Benar untuk Dilakukan
“Tanggung jawab militer Rusia atas kejahatan perang tidak bisa dihindari. Kami akan menyeret mereka semua ke pengadilan. Dan tidak hanya untuk apa yang dilakukan di Bucha.” jelas Zelenskyy.
- Presiden AS Joe Biden mengumumkan tambahan 800 juta dolar dalam bantuan militer ke Ukraina.
Termasuk artileri berat menjelang serangan Rusia yang lebih luas yang diperkirakan akan terjadi di Ukraina timur.
Paket tersebut, yang membawa total bantuan militer sejak pasukan Rusia menginvasi pada Februari menjadi lebih dari 2,5 miliar dolar.
Baca juga: Hari Ke-49: Biden Sebut Rusia Lakukan Genosida hingga Ukraina Tolak Kunjungan Presiden Jerman
- Termasuk sistem artileri, peluru artileri, pengangkut personel lapis baja dan kapal pertahanan pantai tak berawak, kata Biden dalam sebuah pernyataan setelah melakukan panggilan telepon dengan Zelenskyy.