UHO Kendari

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik FISIP UHO Gelar Rapat Kerja V Himapol Indonesia

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar rapat kerja ke V Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia.

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Rapat Kerja ke V Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia. Rapat Kerja tersebut berlangsung di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO, Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (28/3/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Rapat Kerja ke V Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia.

Rapat Kerja tersebut berlangsung di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO, Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (28/3/2022).

Dekan FISIP UHO, Dr La Tarifu mengatakan Rapat Kerja ke V ini sangat penting dilakukan mengingat saat ini isu politik di masyarakat tengah hangat diperbincangkan.

"Ini merupakan agenda yang sangat penting, bagaimana menatap politik Indonesia saat ini dan masa yang akan datang," katanya.

Untuk itu, kata dia, ide dan gagasan kajian ilmu politik yang berasal dari perguruan tinggi sangatlah penting.

Baca juga: Bulog Sultra Kerja Sama FEB UHO Kendari hingga Gelar Kuliah Umum Soal Kelangkaan Minyak Goreng

"Bagaimana Rapat Kerja ke V ini berjalan lancar mulai hari ini dan besok, dan bagaimana membahas tentang ilmu politik dari aspek akademik," tuturnya.

Sehingga, kata dia, seharusnya hal ini menjadi perhatian mahasiswa terlebih pada mahasiswa ilmu politik demi keberlanjutan pemerintah.

"Ini merupakan tugas dari mahasiswa ilmu politik untuk membahas isu dan agenda politik di masyarakat dalam keberlanjutan pemerintahan dan pembangunan bangsa dan negara," ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap, dengan adanya Rapat Kerja ke V ini dapat mempengaruhi politik Indonesia dan terkhusus di Sualwesi Tenggara (Sultra).

"Untuk membahas terkait politik, akademis bukan praktis agar pembahasan bisa logis dan dapat diterima oleh semua kalangan. Hal itu bisa berdasarkan kajian akademisi," tandasnya.

Baca juga: UHO Kendari Kerja Sama LPP-FBDH, Rektor Prof Zamrun Sebut Bentuk Pengabdian ke Masyarakat

Sementara itu, Ketua Koordinator Himapol Indonesia, Laode Muhammad Wahyu Saputra mengatakan Himapol Indonesia bisa menjadi mitra pemerintah dalam peningkatan pendidikan politik di masyarakat.

"Karena kita melihat terkhusus di daerah Sulawesi masih banyak masalah yang terjadi karena kurangnya kualitas pendidikan yang ada di masyarakat," jelasnya.

Lanjut kata dia, misalnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan politik di masyarakat, kini masyarakat harus lebih bijak melihat sosok calon bakal pilihannya.

"Di mana pergerakan pemilihan umum yang terjadi akhir-akhir ini, masyarakat harus pandai melihat bukan siapa figurnya, tapi melihat visi dan misi serta gagasan apa yang diembannya," tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved