Berita Kendari

Mantan Narapidana Narkoba Berstatus Bebas Bersyarat Ditangkap Polisi Gelapkan 4 Motor di Kendari

Mantan narapidana itu bernama Asriadi (30) kembali harus merasakan sempitnya jeruji setelah ditangkap aparat Kepolisian Sektor atau Polsek Mandonga.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Fadli Askar (TribunnewsSultra.com)
Seorang mantan narapidana narkoba berstatus bebas bersyarat di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Asriadi (30)(baju hitam) kembali masuk jeruji besi. Usai menggelapkan sejumlah motor. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Seorang mantan narapidana narkoba berstatus bebas bersyarat di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali masuk jeruji besi.

Mantan narapidana itu bernama Asriadi (30) kembali harus merasakan sempitnya jeruji setelah ditangkap aparat Kepolisian Sektor atau Polsek Mandonga.

Asriadi ditangkap Buser Polsek Mandonga lantaran menggelapkan 4 unit motor lalu menggadainya.

Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Mandonga, Kompol Muhammad Salman menjelaskan kronologi penipuan dan penggelapan tersebut.

Baca juga: Modus Maling Kotak Amal di Toko Pertigaan Kampus UHO Kendari, Berpura-pura dari Pesantren

Peristiwa bermula saat Asriadi meminjam motor milik temannya, dengan alasan untuk mengambil barang di rumahnya.

"Tapi tidak pernah dikembalikan lagi, malah dia gadaikan, uangnya untuk foya-foya," beber Kompol Muhammad Salman saat merilis kasus ini di Mapolsek Mandonga, Jumat (25/03/2022).

Asriadi menggadai motor tersebut dengan harga bervariasi, mulai Rp1,5 juta sampai 3 juta.

Aksi penipuan itu digeluti pelaku setelah mendapat bebas bersyarat sebagai narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, pada Maret 2022 lalu.

Baca juga: Emak-emak Berdesakan hingga Dorong-dorongan, Pasar Murah Minyak Goreng Distop Sementara, Dibuka Sore

Tersangka sendiri mendapat keringanan bebas bersyarat setelah divonis bersalah kasus penyalahgunaan narkoba dan dipenjara selama 5 tahun 3 bulan pada 2018 lalu.

Asriadi pun ditangkap lima hari setelah menjalankan aksinya di Lawata pada (16/03/2022) lalu.

Penangkapan bermula laporan seorang korban kehilangan motor di Mandonga, namun setelah dikembangkan, ternyata Asriadi total menggelapkan 4 unit kendaraan roda dua.

"Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP subsider pasal 372 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun," tandasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved