Sederet Peristiwa Hari Ke-19 Perang Rusia Vs Ukraina: AS Ancam Cina Jika Bantu Putin

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian pada hari ke-19 perang Rusia dengan Ukraina yang perlu diketahui.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
Kolase Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Situasi terkini kota-kota besar di Ukraina setelah diserang oleh Rusia pada Kamis (24/2/2022) waktu setempat. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Terhitung pada Senin (14/3/2022) perang antara pasukan militer Rusia melawan Ukraina telah berlangsung selama 19 hari.

Konflik bersenjata di antara kedua negara bertetangga ini diketahui dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.

Tepatnya setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk melancarkan serangan berskala penuh ke negara bekas sovietnya itu.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian pada hari ke-19 perang Rusia dengan Ukraina yang perlu diketahui:

- Kementerian Pertahanan Rusia telah mengakui bertanggung jawab atas serangan rudal di Pangkalan Militer Yavoriv, Ukraina di dekat perbatasan Polandia pada Minggu (13/3/2022).

Baca juga: Jurnalis AS Brent Renaud Tewas Ditembak Tentara Rusia saat Meliput Pengungsi di Ukraina

Pangkalan Militer Yavoriv merupakan Pusat Internasional untuk Penjaga Perdamaian dan Keamanan.

Korban tewas akibat serangan itu naik menjadi 35 orang.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut tindakan Rusia itu 'barbar' dan mengatakan bahwa kejadian ini merupakan ujian bagi seluruh umat manusia.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk serangan itu, dengan mengatakan kebrutalan Rusia harus dihentikan.

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali mendesak NATO untuk menerapkan zona larangan terbang.

Baca juga: Presiden Ukraina Bersumpah akan Terus Negosiasi dengan Rusia, Kini Tinggal Tunggu Jawaban Putin

“Jika Anda tidak menutup langit kami, hanya masalah waktu sebelum rudal Rusia jatuh di wilayah Anda, di wilayah NATO,” sebut Zelenskyy.

- Rusia telah meminta peralatan militer Cina sejak awal invasi, Financial Times melaporkan.

Permintaan tersebut telah memicu ketakutan di Gedung Putih AS bahwa Beijing dapat membantu Rusia dan merusak upaya Barat di Ukraina.

Juru Bicara Kedutaan AS di Cina mengatakan mereka belum mendengar tentang permintaan itu dan bahwa situasi saat ini di Ukraina memang 'membingungkan'.

Baca juga: Amerika Serikat: Rudal Rusia Hujani Ukraina hingga Sebut Putin Minta Bantuan Senjata ke Cina

- Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan akan bertemu dengan diplomat top Cina, Yang Jiechi, di Roma pada Senin (14/3/2022).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved