Ribuan Orang Amerika Serikat Ingin Ikut Perang Lawan Rusia, Ukraina: Bukan Tentara Bayaran
Kedutaan Besar Ukraina di Washington menyebut 6.000 orang telah meminta menjadi sukarelawan untuk berperang melawan Rusia, sebagian besarnya warga AS.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Pertempuran di antara dua negara bertetangga, Rusia dan Ukraina belum juga berakhir.
Bahkan perang tersebut juga melibatkan pasukan militer dari negara lain seperti Chechnya yang membantu Rusia dalam invasi di Ukarina.
Tak mau ketinggalan, Kedutaan Ukraina di Amerika Serikat pun menyebut bahwa orang-orang AS ingin bergabung dalam pertarungan melawan pasukan militer Rusia.
Dilansir TribunnewsSultra.com dari AlJazeera, para diplomat Ukrina telah menerima permintaan dari sekitar 6.000 orang yang ingin berperang melawan Rusia.
Atase Pertahanan Kedutaan Besar Ukraina Mayor Jenderal Borys Kremenetskyi mengatakan para relawan diminta untuk membawa perlengkapan mereka sendiri dan melakukan perjalanan ke Polandia untuk masuk ke Ukraina.
Baca juga: Dituduh Rusia Jalankan Laboratorium Biowarfare di Ukraina, Begini Respons Amerika Serikat
Kedutaan Ukraina di Washington DC mengambil peran yang tidak terduga sebagai pusat perekrutan bagi orang AS yang ingin bergabung dalam perang melawan invasi Rusia.
Para diplomat yang bekerja di kedutaan, di sebuah townhouse di bagian Georgetown di Ibu kota AS, mengajukan ribuan tawaran dari para sukarelawan yang ingin berjuang untuk Ukraina.
Bahkan ketika mereka bekerja pada masalah yang jauh lebih mendesak.
Yakni mengamankan senjata untuk bertahan melawan serangan Rusia yang semakin brutal.
“Mereka (orang AS) benar-benar merasa bahwa perang ini tidak adil, tidak beralasan,”ujar Mayor Jenderal Kremenetskyi.
Baca juga: Tinggalkan Sekutu Eropa, Presiden AS Joe Biden Secara Sepihak Larang Impor Energi Rusia
“Mereka merasa harus pergi dan membantu (Ukraina).” imbuhnya.
Relawan AS hanya mewakili sebagian kecil dari orang asing yang ingin berjuang untuk Ukraina.
Di mana pada gilirannya hanya terdiri dari sebagian kecil dari bantuan internasional yang telah mengalir ke Ukraina.
“Ini bukan tentara bayaran yang datang untuk mendapatkan uang,” jelas Mayor Jenderal Kremenetskyi.
“Ini adalah orang-orang dengan niat baik yang datang untuk membantu Ukraina memperjuangkan kebebasan.” lanjutnya.
Baca juga: Senjata Makan Tuan, Amerika Mulai Ketar-ketir Hadapi Rusia, Joe Biden Bikin Warga AS Membayar Mahal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/respon-serangan-rusia-nato-kirimkan-100-jet-tempur-ke-ukraina_.jpg)