Pasutri 16 Anak di Kolut

Cerita Pasutri Besarkan 16 Anak di Kolaka Utara: Kata Tuan Guru Soal Keinginan Punya Buah Hati Lagi?

Pasangan suami istri atau pasutri asal Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), sejauh ini belum menyatakan lelah mengasuh anak.

Penulis: thamzil_thahir | Editor: Aqsa
Kolase foto Facebook Kamaruddin Djiwa
Pasangan suami istri atau pasutri asal Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), sejauh ini belum menyatakan lelah mengasuh anak. Meski pasangan Kamaruddin Djiwa Daeng Tombong (56) dan istri Najrah (48) hingga saat ini sudah dikaruniai 16 anak kandung. 

Setelah “istirahat’ setahun, anak kedelapan pasutri ini Abdurrahman An Nawawi (16) lahir pada tahun 2005.

Anak Merupakan Karunia

Apakah Tuan Guru Kama merasa menjadi pemegang rekor anak terbanyak, berpasang-pasangan putra dan putri?

“Wallahua’lam. Saya pernah dengar ada punya 15 anak di Sumatera, di Malang ada 11 anak,” ujar Kama menjawab pertanyaan Tribun.

Dia kembali menyebut bahwa karunia 16 anak dan satu cucu yang kini dimiliknya adalah amanah dan takdir dari Allah SWT.

“Kami mengalir saja seperti air di sungai jernih. Banyak suka dukanya,” jelas Tuan Guru Kama.

“Misalnya kalau berkumpul di Bulan Ramadhan, kami sediakan 10 liter beras sehari dan ikan sampai 5 kg. Tapi rezeki Allah itu kan luas, ada saja dan selalu kami syukuri,” lanjutnya.

Berdasarkan penelusuran Tribun, pasangan Mulyono (46), dan Partina (45), juga pernah menjadi perbincangan publik.

Pasutri warga Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, tersebut diketahui memiliki 16 anak kandung.

Kisahnya pun sempat viral di media sosial setelah salah satu anaknya mengunggah video di aplikasi TikTok pada 29 Januari 2021 lalu.

Kisah pasutri yang memiliki 11 anak pada 2021 lalu di Desa Peninggiran, Tiga Dihaji, Kabupaten Oku Selatan, juga pernah mencuri perhatian publik.

Daftar Nama 16 Anak Kandung

Melalui WhatsApp Massenger, Jumat (4/3/2022) lalu, Tuan Guru Kama, sapaan akrab Kamaruddin, mengirimkan daftar nama 16 anak kandungnya begitupun usia dan tahun kelahiran masing-masing.

Putri tertua bernama Nurfaaiqah (1997) dan anak kedua bernama Dhiyaa Fakhria (1998).

Kedua putri pertama ini lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangkep, Sulsel, tahun 1997 dan 1998.

Baca juga: Cerita Pasutri Besarkan 16 Anak di Kolaka Utara: ‘Keperkasaan’ Kama, Kegigihan Istri Jadi Buah Bibir

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved