Berita Konawe

Tambang Galian C di Konawe Diduga Ilegal, Demonstran Ultimatum DPRD dan Polres

Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi terkait dugaan aktivitas ilegar tambang galian c di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggra (Sultra).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Risno Mawandili
Arman Tosepu/Tribunnewssultra.com
Para mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara, menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD dan Kejaksaan Negeri Konawe, Selasa (08/03/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KONAWE - Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi terkait dugaan aktivitas ilegal tambang galian C di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam aksinya, para demonstran mengultimatum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kepolisian Resor (Polres) Konawe.

Mereka minta DPRD dan Polres Konawe segera melakukan investigasi terkait dugaan tambang ilegal tersebut.

Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Sulawesi Tenggara menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Konawe dan Kejaksaan Negeri Konawe, Selasa (08/03/2022).

Unjuk rasa itu digelar atas dugaan penambangan galian C yang diduga ilegal.

Baca juga: Bandara Haluoleo Kendari Masih Tunggu Surat Resmi Syarat Penerbangan Domestik Tanpa PCR dan Antigen

GAM Sultra menuding, dugaan penambangan ilegal galian C dilakukan oleh perusahaan CV Zacky Perkasa (ZP) yang beroperasi di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe.

"Kami duga belum mengantongi izin," kata Koordinator Lapangan (Korlap) massa aksi GAM Sultra, Muhammad Syahri Ramadhan dalam orasinya.

Meburut GAM Sultra, seharusnya DPRD dan Polres menghentikan aktivitas tambang galian C ilega, bila terbukti.

Mereka mendesak DPRD dan Polres segera melakukan investigasi dengan ultimatum selama 3x24 jam.

Juga menekankan empat poin dalam tuntuntan unjuk rasa, selengkapnya sebagi berikut:

Baca juga: Polisi Selidiki Kecelakaan Maut Road Race di Muna, Panitia Belum Diperiksa Gegara Sulit Dihubungi

1. Meminta kepada pihak Polres Konawe untuk melakukan investigasi terkait persoalan tersebut di atas.

2. Meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku penambang ilegal yang tidak mempunyai izin dan menghentikan aktivitas pertambangan sebelum ada kejelasan terkait izin. 

3. Meminta kepada DPRD Kabupaten Konawe untuk melakukan investigasi terkait persoalan di atas. 

4. Apa bila tuntutan kami dalam waktu 3 x 24 jam tidak di realisasikan maka kami akan kembali melakukan aksi dengan jumlah masa yang besar. 

Sementara itu, hingga berita ini terbit pihak CV Zacky Perkasa (ZP) yang dikonfirmasi enggan memberikan komentar.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved