Rentetan Peristiwa yang Terjadi di Hari Ke-13 Perang Rusia Vs Ukraina
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut rentetan kejadian pada hari ke-13, Selasa (8/3/2022) perang Rusia melawan Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/situasi-ukraina-setelah-diserang-rusia.jpg)
Hal itu diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina.
Disebutkan bahwa pasukan militer Ukraina telah membunuh Mayor Jenderal Vitaly Gerasimov, yang diyakini sebagai wakil komandan pertama tentara ke-41 Rusia.
- Krisis kemanusiaan di Ukraina semakin dalam ketika pasukan Rusia mengintensifkan serangan pasukan militernya.
Sedangan pasokan makanan, air, panas, dan obat-obatan semakin langka.
Di sisi lain, UE mencatat sekitar 1,7 juta orang Ukraina diperkirakan telah melarikan diri dari pertempuran dan totalnya bisa mencapai 5 juta.
Baca juga: Kondisi Terkini Perang Rusia Vs Ukraina, Zelenskyy Tuduh Tentara Moskow Sengaja Bunuh Warga Sipil
- Duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield menuduh Putin memiliki rencana.
Yakni sebuah rencana "untuk membuat Ukraina brutal", ketika PBB mencoba untuk merundingkan koridor evakuasi.
Menanggapi tuduhan itu, Duta Besar Rusia pun membalas dengan mengklaim bahwa Ukraina menembaki diri mereka sendiri.
- Menteri Dalam Negeri Inggris dikecam karena "kebijakan kacau" negaranya terhadap warga Ukraina yang mencari perlindungan di Inggris.
Sejauh ini hanya 300 pengungsi dari Ukraina yang telah diberikan suaka oleh Inggris.
Baca juga: AS Ajak Negara Eropa Kirim Jet Tempur ke Ukraina untuk Lawan Rusia, Polandia Pikir-pikir
- Zelenskyy akan berbicara dengan anggota parlemen Inggris pada hari Selasa (8/3/2022) melalui tautan video.
Zelenskyy diharapkan untuk memohon lebih banyak senjata dan zona larangan terbang di atas Ukraina agar ditegakkan oleh NATO.
- Menteri Luar Negeri China menyebut hubungan negaranya dengan Rusia "berpakaian besi".
Pasalnya, Beijing terus menolak untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.
Meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) untuk menggunakan pengaruhnya dalam mengendalikan Rusia.
(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)