Rentetan Peristiwa yang Terjadi di Hari Ke-13 Perang Rusia Vs Ukraina
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut rentetan kejadian pada hari ke-13, Selasa (8/3/2022) perang Rusia melawan Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/situasi-ukraina-setelah-diserang-rusia.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Terhitung pada Selasa (8/3/2022) perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina telah berlangsung selama 13 hari.
Konflik bersenjata di antara kedua negara tersebut dimulai sejak Kamis (24/2/2022).
Yakni setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya melancarkan serangan berskala penuh ke Ukraina.
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian pada hari ke-13 perang Rusia melawan Ukraina:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali menuduh Rusia menyerang warga sipil yang melarikan diri.
Baca juga: Patung Yesus di Ukraina Dipindah dari Gereja gara-gara Serangan Rusia, Terakhir Terjadi PD II
Sebelumnya pada Senin (7/3/2022) pemerintah Ukraina menolak tawaran dari Rusia untuk membuat "koridor kemanusiaan".
Diketahui bahwa koridor kemanusiaan ini dibentuk sebagai kesempatan warga sipil Ukraina untuk melarikan diri.
Ukraina menolak rencana Rusia untuk evakuasi warga sipil itu setelah diketahui bahwa sebagian besar rute yang seharusnya aman mengarah malah langsung ke Rusia atau Belarus.
Zelenskyy lantas menuduh Rusia melakukan taktik "abad pertengahan".
- Zelenskyy mengerahkan bangsa dalam pidato video larut malam yang baru.
Baca juga: UPDATE Perang Rusia-Ukraina: Saham AS Anjlok hingga Menlu Kiev dan Moskow akan Bertemu di Turki
“Anda (Rusia) tidak mundur. Kami tidak mundur,” tegas Zelenskyy.
Zelenskyy menambahkan bahwa perlawanan “pahlawan” membuat perang “seperti mimpi buruk” bagi Rusia.
Dalam kesempatan itu, Zelenskyy menunjukkan tempat tinggalnya di Ibu kota Ukraina, Kiev.
Zelenskyy bahkan berjanji untuk tinggal di Kiev sampai perang ini dimenangkan.
- Seorang jenderal senior Rusia tewas dalam pertempuran di kota terbesar Ukraina, Kharkiv.
Baca juga: Jenderal Rusia Tewas dalam Pertempuran di Kharkiv Ukraina: Sempat Berperang di Chechnya
Hal itu diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina.
Disebutkan bahwa pasukan militer Ukraina telah membunuh Mayor Jenderal Vitaly Gerasimov, yang diyakini sebagai wakil komandan pertama tentara ke-41 Rusia.
- Krisis kemanusiaan di Ukraina semakin dalam ketika pasukan Rusia mengintensifkan serangan pasukan militernya.
Sedangan pasokan makanan, air, panas, dan obat-obatan semakin langka.
Di sisi lain, UE mencatat sekitar 1,7 juta orang Ukraina diperkirakan telah melarikan diri dari pertempuran dan totalnya bisa mencapai 5 juta.
Baca juga: Kondisi Terkini Perang Rusia Vs Ukraina, Zelenskyy Tuduh Tentara Moskow Sengaja Bunuh Warga Sipil
- Duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield menuduh Putin memiliki rencana.
Yakni sebuah rencana "untuk membuat Ukraina brutal", ketika PBB mencoba untuk merundingkan koridor evakuasi.
Menanggapi tuduhan itu, Duta Besar Rusia pun membalas dengan mengklaim bahwa Ukraina menembaki diri mereka sendiri.
- Menteri Dalam Negeri Inggris dikecam karena "kebijakan kacau" negaranya terhadap warga Ukraina yang mencari perlindungan di Inggris.
Sejauh ini hanya 300 pengungsi dari Ukraina yang telah diberikan suaka oleh Inggris.
Baca juga: AS Ajak Negara Eropa Kirim Jet Tempur ke Ukraina untuk Lawan Rusia, Polandia Pikir-pikir
- Zelenskyy akan berbicara dengan anggota parlemen Inggris pada hari Selasa (8/3/2022) melalui tautan video.
Zelenskyy diharapkan untuk memohon lebih banyak senjata dan zona larangan terbang di atas Ukraina agar ditegakkan oleh NATO.
- Menteri Luar Negeri China menyebut hubungan negaranya dengan Rusia "berpakaian besi".
Pasalnya, Beijing terus menolak untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.
Meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) untuk menggunakan pengaruhnya dalam mengendalikan Rusia.
(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)