Sekolah Online vs Tatap Muka di Kendari

Dikmudora Kendari Resmi Berlakukan Klasifikasi Siswa SD dan SMP Sudah Vaksin dan Belum Divaksin

Pemerintah Kota Kendari resmi memberlakukan pengklasifikasian peserta didik belum vaksin dan sudah vaksinasi dalam menerima pembelajaran.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur bersama Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikmudora Kota Kendari, Muhdar Alimin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota Kendari resmi memberlakukan pengklasifikasian peserta didik belum vaksin dan sudah vaksinasi dalam menerima pembelajaran.

Diketahui, pengklasifikasian itu diatur dalam Surat Edaran Wali Kota Kendari Nomor: 420/913/2022 tertanggal 7 Maret 2022.

SE tersebut tentang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Tahun Pelajaran 2021-2022.

Di mana pengaturan PTMT dan PJJ ini berlaku untuk jenjang PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTS, Yayasan dan lembaga kursus/pelatihan tahun pelajaran 2021/2022 di Kota Kendari.

Kepala Dinas Dikmudora Kota Kendari Makmur mengatakan aturan ini sebagai kelanjutan dari surat edaran perpanjangan PJJ yang sudah berlaku sekiranya dua pekan terakhir sejak 21 Februari 2022 lalu.

Baca juga: DPRD Kendari Sebut Vaksinasi Cara Pemerintah Lindungi Siswa saat Belajar Tatap Muka di Sekolah

Kata dia, surat edaran ini dikeluarkan oleh Wali Kota Kendari dalam rangka pengendalian dan penanganan kasus Covid-19 di seluruh satuan pendidikan yang ada di Kota Kendari.

Kemudian, pelaksanaan dari kegiatan pembelajaran tatap muka ini memang mengedepankan kesehatan dan keselamatan siswa dengan membedakan cara penyampaian kegiatan belajar mengajarnya.

Di mana, kata Makmur, siswa yang sudah vaksin melaksanakan kegiatan belajar di sekolah secara tatap muka terbatas.

Sementara, siswa yang belum vaksin melaksanakan pembelajaran di rumah atau secara daring didampingi oleh orangtua peserta didik.

"Kami mengelompokkan menjadi sudah vaksin dan belum vaksin, jadi semua peserta didik tetap terlayani belajarnya tapi berbeda caranya," jelasnya saat ditemui di kantornya, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Dikmudora Kendari Tegaskan Vaksinasi Bukan Syarat Pembelajaran di Sekolah, Prioritas Kesehatan Anak

Lanjutnya, meskipun angka Covid-19 menurun, di mana kasus aktif Covid-19 saat ini mencapai 175 kasus, tetapi pihaknya tetap menerapkan aturan ini untuk mencegah terjadinya cluster Covid-19 di sekolah.

Sebab, dengan bercampurnya anak-anak yang sudah divaksin dan yang belum vaksin, dikhawatirkan penularan terjadi terhadap anak-anak yang belum vaksin.

"Kita tidak ingin peserta didik atau sekolah menjadi cluster penyebaran Covid-19, makanya kita coba lakukan itu sedemikian rupa dengan pengaturan secara ketat terkait dengan kegiatan tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan surat edaran ini berlaku mulai 7-19 Maret 2022, sehingga ada rentan waktu yang diberikan untuk kemudian dilakukan evaluasi koordinasi dalam rangka pencapaian tujuan tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved