Kecelakaan Road Race di Muna

Saksi Mata Ungkap Penyebab Kuntet Khalisa Kecelakaan hingga Meninggal saat Final Road Race di Muna

Seorang saksi mata mengungkap penyebab Kuntet Khalisa kecelakaan hingga meninggal dunia saat melakoni road race di Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Anton, saksi mata sesaat sebelum pembalap asal Kendari, Kuntet Khalisa mengalami kecelakaan di Sirkuit Sarana Olahraga atau SOR Laode Pandu, Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (6/3/2022) sore. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Seorang saksi mata mengungkap penyebab Kuntet Khalisa kecelakaan hingga meninggal dunia saat melakoni road race di Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui saksi mata itu yakni, Anton merupakan salah seorang pembalap, namun tak berlaga dalam ajang yang berlangsung di Sirkuit Sarana Olahraga (SOR) Laode Pandu, Raha, pada Minggu (6/3/2022).

Pembalap bernama lengkap Risky Maulana Dwicahya, meninggal dunia setelah motor balap yang ditunggangi menabrak dua batang pohon.

Meski telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit LM Baharuddin, Kabupaten Muna, nyawa pembalap dengan nomor start 154 ini tak bisa diselamatkan.

Jenazah Kuntet Khalisa dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sultra, pada Senin (7/3/2022) sekira pukul 13.00 Wita.

Baca juga: Suasana Ribuan Pelayat Antar Jenazah Pembalap Kuntet Khalisa ke Pemakaman Umum Punggolaka Kendari

Saksi mata bernama Anton mengungkapkan, saat balapan berlangsung hujan deras melanda di sirkuit tersebut.

Menurut Anton, sebelum menabrak pohon, Kuntet Khalisa sempat terjatuh lebih dulu, namun bangkit lalu kembali memacu kuda besinya tersebut.

"Setelah putar balik, dia gas penuh motornya, di belokan (tikungan), di situlah kejadiannya, bannya tergelincir, hantam pohon," jelasnya saat ditemui di TPU Punggolaka, di sela-sela pemakaman jenazah Kuntet, pada Senin (7/3/2022).

Anton mengatakan, pria kelahiran Kendari 27 tahun ini dua kali menghantam pohon di pinggir sirkuit hingga patah.

Tabrakan pertama membuat tubuh Kuntet terpental hingga menabrak pohon yang kedua hingga tak sadarkan diri.

Baca juga: Momen Haru Istri Pembalap Kuntet Khalisa Tahan Tangis di Makam Suami, 2 Anaknya Menatap Pusara Ayah

"Kami bantu angkat, saya kasih nafas buatan, dia mau telan lidahnya, saya tarik lidahnya keluar," ungkap Anton.

Meski begitu, upaya tersebut tak berhasil, panitia lantas memanggil ambulans dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Adu cepat kuda besi sempat terhenti saat Kuntet Khalisa dibawa ke Rumah Sakit LM Baharuddin, tetapi, saat Kuntet sempat sadar, road race kembali dilanjutkan.

Antar Jenazah

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved