Indonesia Siap-siap Harga Gas Elpiji Naik, Imbas Perang Rusia Vs Ukraina Harga LPG Dunia Melonjak
Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina berdampak pada perekonomian Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/kenaikan-harga-elpiji.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina berdampak pada perekonomian Indonesia.
Pasalnya, harga liquefield petroleum gas (elpiji) dunia melonjak akibat invasi Rusia tersebut.
Indonesia sebagai importir elpiji pun kemungkinan besar akan mengalami kenaikan harga gas elpiji.
Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo.
Menurutnya, pemerintah dapat melakukan evaluasi dan menerbitkan kebijakan menanggapi kondisi melonjaknya harga gas elpiji. Untuk mengurangi dampak fiskal, kata dia, sebenarnya pemerintah dapat memilih kebijakan konversi kompor listrik.
Baca juga: Dampak Perang Rusia Vs Ukraina Bikin Harga LPG Dunia Meroket, Gas Elpiji Indonesia Kena Imbas
Baca juga: Krematorium Portable Rusia Jadi Strategi Tutupi Kekalahan, Prajurit Gugur Langsung Tak Ada Jejak
Dengan begitu beban fiskal akibat impor elpiji dapat ditekan.
Untuk melakukan konversi kompor listrik, perlu diperjelas dengan aturan pemerintah.
Pasalnya, apabila konversi hanya dilakukan dengan kerelaan maka diprediksi program tersebut sulit diimplementasikan.
"Bahasanya, mengalihkan atau konversi harus dengan paksaan atau melalui peraturan. Kalau sukarela, kapan selesainya?" katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Rusia Diduga Pakai Krematorium Portable untuk Hilangkan Jasad Pasukan yang Gugur Lawan Ukraina
Merujuk konversi minyak tanah ke kompor gas, diperlukan beleid setingkat Peraturan Presiden.
Saat itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No. 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefield Petroleum Gas (LPG) Tabung Tiga Kilogram.
Agus menambahkan beleid setingkat Peraturan Presiden mempermudah implementasi dan koordinasi.
Mengingat, pelaksana aturan konversi tidak hanya satu sektor.
Baca juga: Kondisi Terkini Perang Rusia-Ukraina: Serangan Militer Putin Melambat hingga Perundingan Tahap Kedua
Kompor listrik
Senada dengan Agus, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, kenaikan harga elpiji menjadi momentum untuk mendorong penggunaan kompor listrik di masyarakat.