Berita Kolaka Utara

Jurnalis di Kolaka Utara Kecam Tindakan Kekerasan Oknum Polisi & Satpol PP, Gelar Aksi Tabur Bunga

Belasan jurnalis di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi turun ke jalan dan tabur bunga.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Jurnalis di Kolut yang menamakan dirinya Serikat Jurnalis Kolaka Utara berunjuk rasa mengutuk aksi represif itu, pada Jumat (11/2/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Belasan jurnalis di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi turun ke jalan dan tabur bunga.

Aksi turun ke jalan ini untuk menyuarakan kecaman kekerasan terhadap jurnalis di Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Diketahui, seorang jurnalis di Kota Kendari, Provinsi Sultra, La Ode Muhammad Deden Saputra menjadi korban kekerasan.

Jurnalis media JPNN ini diserang oknum aparat Satpol PP saat hendak mengambil gambar kericuhan, pada Kamis (10/2/2022).

Baca juga: Jurnalis Dianiaya Satpol PP & Polisi Saat Liput Demo Tolak Anak Gubernur Sultra Nyalon Ketua HIPMI

Tangan Deden dipukul hingga alat peliputan rusak, lalu diamuk beberapa oknum polisi yang mengamankan aksi itu.

Jurnalis di Kolut yang menamakan dirinya Serikat Jurnalis Kolaka Utara berunjuk rasa mengutuk aksi represif itu, pada Jumat (11/2/2022).

Belasan jurnalis di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi turun ke jalan dan tabur bunga.
Belasan jurnalis di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi turun ke jalan dan tabur bunga. (Istimewa)

Demonstrasi berlangsung di Bundaran Kelapa, Kecamatan Lasusua, Markas Polres Kolaka Utara, dan Kantor Satpol PP.

Selain berorasi, massa aksi juga menggelar aksi teatrikal dan tabur bunga. Aksi tabur bunga dilakukan sebagai simbol matinya kebebasan pers di Sultra.

Jenderal Lapangan Aksi Solidaritas, Asran Durahi meminta Polda Sultra mengusut tindak kekerasan tersebut.

"Kami meminta Kapolda Sultra dan Gubernur Ali Mazi memberi sanksi tegas kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis," tegasnya.

Para demonstran juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi, khususnya di Kabupaten Kolaka Utara.

Dipukul Aparat

Seorang jurnalis bernama La Ode Deden Saputra dari media JPNN saat dikerubuti sejumlah Satpol PP usai dianiaya. (Foto: Fadli Aksar)
Seorang jurnalis bernama La Ode Deden Saputra dari media JPNN saat dikerubuti sejumlah Satpol PP usai dianiaya. (Foto: Fadli Aksar) (Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com))

Sebelumnya, demonstrasi tolak anak Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, Alvian Taufan Putra jadi Calon Ketua Hipmi berlangsung ricuh.

Puluhan mahasiswa terlibat bentrokan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), imbasnya, seorang jurnalis JPNN juga ikut dianiaya.

Diketahui, anak Gubernur Sultra, Alvian Taufan Putra menjadi calon tunggal Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI Sultra.

Alvian Taufan Putra mengalahkan Dirga Mubarak sebagai dalam verifikasi berkas yang dilakukan panitia pemilihan.

Baca juga: AJI Kendari - IJTI Sultra Kecam Satpol PP dan Polisi Pelaku Dugaan Kekerasan Jurnalis Saat Demo

Sejumlah mahasiswa pun mempertanyakan keputusan panitia tersebut, mereka menduga tahapan seleksi ini diintervensi Gubernur Ali Mazi.

Demonstrasi berlangsung di depan Rumah Jabatan atau Rujab Gubernur Sultra, Jl Taman Suropati, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, pada Kamis (10/2/2022) siang.

Kericuhan bermula saat pendemo hendak membakar ban bekas, namun, dihalangi puluhan Satpol PP.

Kericuhan pun terjadi, mahasiswa dan Satpol PP Sultra saling tarik-menarik ban bekas.

Sejumlah wartawan yang meliput demonstrasi itu, berupaya mengambil gambar kericuhan.

Namun, seorang jurnalis bernama La Ode Deden Saputra dari JPNN mengalami kekerasan.

"Tangan saya dipukul Satpol PP saat ambil gambar, HP yang saya pakai ambil video jatuh dan retak," kata Deden usai demonstrasi berlangsung.

Saat akan mengambil handphonenya yang jatuh, Deden kembali didorong oleh Satpol PP dan seorang polisi diduga ikut memukul.

Deden mengaku, usai kejadian itu, tangan dan kepalanya terasa sakit.(*)


(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved