Wawancara Ketua KPU RI Ilham Saputra
KPU RI Sudah Persiapkan Pemilu 2024, Ungkap Kelemahan e-Voting, hingga Kesehatan Penyelenggara
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) sudah melakukan berbagai persiapan menyongsong Pemilihan Umum atau Pemilu 2024.
Menurut Anda perlu ditambah nggak penghargaan itu?
Baiknya seperti itu. Ditambah. Karena pekerjaannya memang luar biasa apalagi di dalam Pemilu dan Pilkada 2024 yang akan datang.
Pemilu 2024 adalah pemilu bersejarah. Apakah ada catatan tertentu dari Anda?
Sebenarnya setiap pemilu itu ada sejarahnya masing-masing, kemudian ada tantangannya masing-masing.
Kalau ini (2024) challengenya adalah karena memang dia dilaksanakan pada tahun yang sama yaitu 2024.
Nah karenanya siapapun nanti komisioner KPU berikutnya dia harus menghitung betul bagaimana jalannya tahapan sesuai waktu yang ada, sesuai peraturan perundang-undangan.
Agar kemudian irisan-irisan yang memang memisahkan antara pemilu dan pilkada itu bisa diiris dengan baik.
Karena jika tidak, kekhawatiran saya adalah secara teknis petugas kita di bawah itu kesulitan.
Karena mungkin di waktu yang sama, sementara di tahapan pemilu sedang membuat rekapitulasi, di tahapan pilkada mereka sedang mendaftarkan calonnya untuk pilkada.
Itu kan harus bagi-bagi waktu dan sebagainya.
Nah ini harus dihitung betul agar bagaimana kita bisa menjalankan pemilu dan pilkada 2024 di tahun yang sama.
Tantangan dalam pengaturan berikutnya yang paling perlu diperhatikan?
Challengenya beban kerja. Beban kerja petugas kami dibawah.
Kalau kami di KPU RI ini kan menjadi regulator yang menurunkan undang-undang menjadi peraturan komisi pemilihan umum.
Akan tetapi di provinsi dia menjadi koordinator bagi kabupaten/kota.