Breaking News:

Berita Ekonomi

Inflasi Sultra Desember 2021 Capai 0,23 Persen, Dipicu Peningkatan Pengguna Jasa Angkutan Udara

Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (BI Sultra) mencatat capaian inflasi Sultra pada Desember 2021 sebesar 0,23 persen (mtm).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sultra Bimo Epyanto 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (BI Sultra) mencatat capaian inflasi Sultra pada Desember 2021 sebesar 0,23 persen (mtm).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sultra Bimo Epyanto mengatakan capaian inflasi ini mereda dibandingkan bulan sebelumnya (November) sebesar 0,33 persen (mtm).

Bimo Epyanto menuturkan inflasi yang terjadi di Sultra pada periode laporan dipicu oleh peningkatan pengguna jasa angkutan udara selama perayaan Nataru.

Selain itu, terbatasnya pasokan aneka cabai terutama karena curah hujan yang tinggi di tengah tingginya permintaan juga menjadi faktor pemicu tekanan inflasi Sultra pada periode laporan.

Lanjutnya, secara spasial tekanan inflasi Sultra disebabkan oleh peningkatan indeks harga yang terjadi di Kota Kendari dengan capaian inflasi sebesar 0,28 persen (mtm).

Baca juga: Bank Indonesia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sultra 2022 Capai 5,5 Persen, Ini Lima Faktor Pendorong

"Sedangkan Kota Baubau mengalami inflasi sebesar 0,08 persen (mtm)," ucapnya saat rilis, Jumat (7/1/2022).

Menurutnya, dengan capaian tersebut, inflasi tahunan Sulawesi Tenggara pada 2021 tercatat sebesar 2,59 persen (yoy).

Di mana, inflasi ini lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan pada periode sebelumnya yang tercatat sebesar 2,98 persen (yoy).

Bimo Epyanto menjelaskan terkait dengan asesmen inflasi 2021 yang menjadi faktor inflasi bisa naik yakni tingkat konsumsi masyarakat mengalami peningkatan.

Kata dia, peningkatan konsumsi masyarakat tersebut seiring dengan pemulihan perekonomian dan percepatan program vaksinasi yang dilakukan.

Baca juga: Masyarakat Sultra Diingatkan Tetap Waspada Meski di Awal 2022 Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19

Kedua, lanjut Bimo Epyanto pelonggaran kebijakan mobilitas antar daerah seiring membaiknya perkembangan Covid-19.

"Kondisi cuaca ekstrem dan perubahan peraturan di sektor perikanan menyebabkan abnormalitas pasokan ikan serta beberapa komoditas tanaman pangan dan hortikultura selama tahun 2021," katanya.

Di sisi lain, asesmen inflasi 2021 yang menjadi faktor inflasi bisa turun karena pemberlakuan PPKM dan pembatasan mobiltas di daerah berdampak pada tertahannya konsumsi masyarakat secara umum.

Kemudian kedua yakni, sinergi TPID yang semakin erat, antara lain implementasi perdagangan antar daerah di Sultra untuk beberapa kabupaten kota dapat mendorong keseimbangan pasokan dan harga. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved