Breaking News:

Berujung Damai, Polisi Tetap Proses Hukum Anak Anggota DPRD Pekanbaru yang Rudapaksa Bocah Perempuan

Kasus dugaan rudapaksa dan penyekapan oleh AR (21), anak angkat anggota DPRD Pekanbaru terhadap bocah perempuan, berujung damai.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
orissapost via thehansindia.com
Ilustrasi pemerkosaan oleh anak anggota DPRD Pekanbaru terhadap bocah perempuan 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kasus dugaan penyekapan dan rudapaksa bocah oleh seorang anak angkat anggota DPRD Kota Pekanbaru, Riau berakhir damai.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari Kompas.com, AR (21) anak angkat anggota DPRD Pekanbaru menjadi pelaku penyekapan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Namun kasus tersebut kini berujung damai karena pihak korban memilih untuk mencabut laporannya atas kasus penyekapan dan rudapaksa oleh AR.

Sebelumnya, AR sempat diperiksa dan ditahan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru.

Pelaku AR sendiri dijerat dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga: Terancam Penjara setelah 5 Kali Cabuli Bocah Perempuan, Pria 55 Tahun Ngaku Ingin Nikahi Korban

Hal itu disampaikan oleh Kombes Pria Budi selaku Kapolresta Pekanbaru.

"Korban sudah mencabut laporannya. Ada pernyataan mencabut laporannya dan juga pernyataan perdamaian kedua belah pihak," papar Kombes Budi, Rabu (5/1/2022).

Menurut Kombes Budi, surat perintah dimulai penyidikan (SPDP) telah dikirim dari awal.

Dengan dicabutnya laporan korban, pelaku AR wajib lapor 2 kali dalam seminggu.

"Sementara ditangguhkan, dia (AR) berkewajiban wajib lapor seminggu dua kali," terangnya.

Baca juga: Ditinggal Istri Ibadah ke Gereja, Ayah di Palopo Tega Rudapaksa Anak Tiri, Korban Sempat Teriak

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved