Breaking News:

Berita Ekonomi

Harga Minyak Goreng, Telur, hingga Cabai Rawit di Kendari Sulawesi Tenggara Belum Juga Turun

Di awal Januari 2022 harga sembako di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum juga mengalami penurunan.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Jualan Pedagang Pasar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Di awal Januari 2022 harga sembako di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum juga mengalami penurunan.

Pasalnya, kenaikan harga tersebut telah terjadi sekitar satu hingga dua bulan yang lalu sebelum pergantian tahun.

Berdasarkan keterangan dari pedagang di Pasar Panjang dan Pasar Anduonohu mereka tak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan.

Seperti pedagang di Pasar Panjang Sarrafah (50) mengatakan kenaikan sudah terjadi sejak sebulan yang lalu sebelum pergantian tahun.

Kata dia, harga telur per rak Rp42 ribu menjadi Rp55 ribu, minyak goreng kemasan Rp18 jadi Rp20 ribu, cabai keriting Rp15 ribu naik Rp30 ribu per kg, dan bawang merah Rp25 naik Rp30 ribu.

Baca juga: Mantan Narapidana di Kendari Kembali Ditangkap Polisi, Curi Handphone di Dua Kios Berbeda

Saraffah menuturkan sampai saat ini dia belum mendapatkan informasi pasti terkait kapan harga mulai normal kembali.

Pedagang lainnya, Nulan (17) pun mengatakan harga beberapa kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan.

"Minyak goreng kemasan 900 ml dari Rp18 ribu naik Rp20 ribu, telur satu rak dari Rp40 ribu naik Rp55 ribu," bebernya.

Di tempat yang berbeda, pedagang di Pasar Anduonohu, Santi (23) yang dikonfirmasi sebelumnya pun juga mengatakan harga masih sama pada Desember 2021.

Santi menuturkan per kilonya cabai rawit naik Rp120 ribu - Rp140 ribu dari harga sebelumnya Rp40 ribu, cabai keriting sebelumnya Rp40 ribu naik menjadi Rp80 ribu.

Baca juga: BREAKING NEWS : Kantor Dinas Sosial Kota Kendari Sulawesi Tenggara Terbakar

Kemudian telur jumbo atau ukuran besar dari harga Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu, sementara ukuran sedang atau biasa dari Rp45 ribu naik menjadi Rp50 ribu.

"Minyak juga naik mas, untuk seliter harganya dari Rp15 ribu - Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu - Rp22 ribu, dan ukuran 2 liter dari harga Rp35 ribu naik menjadi Rp42 ribu," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved