Breaking News:

OTT Bupati Koltim

Sidang OTT KPK, Bupati Koltim Nonaktif Andi Merya Nur Diperiksa Sebagai Saksi Kepala BPBD Anzarullah

Andi Merya Nur menjalani sidang sebagai saksi kasus OTT Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. berlangsung secara hybrid di Pengadilan Negeri Kendari

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)
Andi Merya Nur menjalani sidang sebagai saksi kasus OTT Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bupati Kolaka Timur (Koltim) nonaktif Andi Merya Nur menjalani sidang sebagai saksi kasus OTT Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Sidang berlangsung secara hybrid di Pengadilan Negeri (PN), Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa(4/1/2022) siang.

Andi Merya Nur sendiri mengikuti sidang secara virtual dari Rutan KPK Jakarta, sementara majelis hakim dan jaksa KPK berada di ruang sidang Cakra PN Kendari.

Baca juga: UPDATE Kasus Suap Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur, KPK Periksa Pejabat BNPB

Bupati Koltim nonaktif ini diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim Anzarullah.

Andi Merya Nur sendiri dicecar pertanyaan Jaksa KPK mengenai pengusulan proposal dana rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di BNPB.

Menurut dia proposal itu dibuat dan ditandatangani sejak Bupati Tony Heriansyah, selanjutnya almarhum Samsul Bahri Madjid hingga dirinya.

KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur sebagai tersangka kasus korupsi
KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur sebagai tersangka kasus korupsi ()

Proyek itu berupa pembangunan rumah dan jembatan.

"Saya tinggal mengubah nama bupati-nya saja," kata Andi Merya Nur.

Baca juga: KPK Geledah Sejumlah Tempat di Kendari, Muna, Jakarta, Bidik Tersangka Baru OTT Bupati Kolaka Timur

Ia mengaku, dirinya diberi tahu Kepala BPBD, fee proyek sebesar 30 persen akan diberikan kepadanya selaku Bupati Koltim.

"(Fee) 30 persen dari proyek, masuk ke saya, begitu disarankan (Anzarullah) biasanya bupati seperti itu," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved