Breaking News:

OTT Bupati Koltim

KPK Geledah Sejumlah Tempat di Kendari, Muna, Jakarta, Bidik Tersangka Baru OTT Bupati Kolaka Timur

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menggeledah sejumlah tempat di Kota Kendari dan Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Aqsa
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menggeledah sejumlah tempat di Kota Kendari dan Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Lembaga antirasuah tersebut juga turut menggeledah sejumlah tempat di Jakarta pada Rabu (29/12/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penggeledahan ini merupakan pengembangan penyidikan dari Operasi Tangkap Tangan atau OTT di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).

Dalam operasi tersebut, lembaga antirasuah menangkap dan menetapkan tersangka Bupati Koltim nonaktif Andi Merya Nur pada 22 September 2021 lalu.

KPK juga menetapkan tersangka Kepala BPBD Koltim Anzarullah serta menyita barang bukti uang tunai Rp225 juta dari tangannya.

Baca juga: KPK Periksa Adik Bupati Muna hingga Kadis DLHK, Saksi Terkait OTT Bupati Kolaka Timur, Ada 11 Saksi

Penyidik lantas mengembangkan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa dengan membidik tersangka lain terkait penerimaan hadiah atau janji.

“Pengumpulan alat bukti hingga saat ini sedang berlangsung diantaranya penggeledahan di beberapa tempat di Jakarta, Kendari dan Muna Sulawesi Tenggara,” kata Ali Fikri saat dihubungi melalui WhatsApp Massenger, Rabu (29/12/2021).

Ali Fikri membeberkan, penggeledahan itu dilakukan karena KPK menduga ada tindak pidana korupsi lain.

Dugaan korupsi lain tersebut yaitu pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN Daerah Tahun 2021.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved