Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang PT Toshida Indonesia, Yusmin Bantah Terima Suap

Sidang lanjutan kasus korupsi izin tambang PT Toshida Indonesia kembali digelar di Pengadilan Tipikor Kendari, pada Senin (3/1/2022) sore.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Eks Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Kabid Minerba) Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Yusmin menjalani sidang sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi izin tambang PT Toshida Indonesia di Pengadilan Tipikor Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (3/1/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sidang lanjutan kasus korupsi izin tambang PT Toshida Indonesia kembali digelar di Pengadilan Tipikor Kendari, pada Senin (3/1/2022) sore.

Sidang ini beragendakan pemeriksaan terdakwa mantan Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Kabid Minerba) Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Yusmin.

Yusmin merupakan satu dari tiga terdakwa yang kini menjalani persidangan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kawasan hutan dan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) PT Toshida Indonesia.

Yusmin diperiksa di depan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kendari, dirinya dicecar sejumlah pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Eks Kabid Minerba ESDM Sultra ini ditanya soal jabatan dirinya saat PT Toshida Indonesia diduga bermasalah ketika meminta evaluasi RKAB 2019 lalu.

Baca juga: Hari Pertama Masuk Sekolah Semester Genap 2022, SMPN 9 Kendari Kembali Lanjutkan PTM Terbatas

Yusmin pun menjelaskan bahwa dirinya saat itu menjabat sebagai Kabid Minerba Dinas ESDM Sulawesi Tenggara (Sultra).

Saat rapat evaluasi RKAB PT Toshida Indonesia, pada 7 Januari 2019, dirinya baru dilantik sebagai Kabid Minerba ESDM Sultra, dan masuk bekerja sekira 9 atau 10 Januari 2021.

"Rapat evaluasi RKAB dipimpin Nining (Kepada Seksi di Bidang Minerba)," kata Yusmin saat menjawab pertanyaan salah satu JPU.

Yusmin sendiri mengaku, menandatangani hasil rapat evaluasi RKAB PT Toshida Indonesia, tanpa mengecek kembali dokumen tersebut.

Meski menyetujui RKAB PT Toshida, Yusmin membantah tak menerima uang dari stafnya Nining senilai Rp10 juta.

Baca juga: Steven Stenly, Pengusaha Binaan Kadin Sultra Asal Kendari Sukses Ekspor 18 Ton Jambu Mete ke Vietnam

"Saya tidak pernah terima," tegas Yusmin.

"Tapi Nining pernah bilang memberi uang Rp10 juta," timpal seorang JPU.

"Hanya mau diberi honor makan dan minum waktu itu, saya bilang jangan alasannya honor, tapi diminta dari perusahaan," ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved