Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Gereja Ora Et Labora Kendari Gelar Ibadah Natal 2021 Secara Hybrid, Jemaat Dibatasi 50 Persen

Gereja Protestan Ora Et Labora Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar ibadah Natal 2021 secara hybrid.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Gereja Ora Et Labora Kendari Gelar Ibadah Natal 2021 Secara Hybrid, Jemaat Dibatasi 50 Persen 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Gereja Protestan Ora Et Labora Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar ibadah Natal 2021 secara hybrid.

Penyelenggaraan Natal 2021 itu disebabkan kondisi pandemi Covid-19 di Kota Kendari, Sultra sehingga tak semua jemaat datang ke gereja.

Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat Gereja Protestan Ora Et Labora Dr Martin Efendi Patulak mengatakan, malam Natal atau malam pohon terang hanya diikuti 50 persen jemaat.

Tak hanya itu, kata Martin efendi Patulak, pihaknya juga membatasi durasi ibadah satu jam lebih cepat dari biasanya.

"Hanya 200-250 jemaat, harusnya sampai 600. Kita sengaja (mulai) pukul 17.00 Wita, agar jam 18.30 atau 19.00 Wita sudah selesai ibadahnya," ujarnya ditemui di sela-sela prosesi Natal 2021, Jumat (24/12/2021).

Baca juga: Misa Malam Natal 2021 di Gereja Katolik St Fransiskus Xaverius Kendari, Siaga 100 Personel Gabungan

Menurut dia, suasana perayaan Natal sebelum pandemi Covid-19 jauh berbeda dengan saat Covid-19 mewabah.

Kata Martin, sebelum Covid-19, ibadah Natal di gereja yang terletak di Jl Lawata, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari itu bisa dihadiri 1.500 jemaat.

Namun, pihaknya tetap menyelenggarakan ibadah meski secara hybrid, sebagian jemaat boleh datang ke gereja.

Sementara, sebagiannya lagi mengikuti ibadah lewat saluran live streaming dan online via Zoom.

Meski begitu, menurut Martin Efendi Patulak, tak ada yang berubah secara signifikan dalam perayaan Natal di masa pandemi Covid-19 ini.

Baca juga: Gubernur Sultra hingga Kapolda Pantau Misa Malam Natal 2021 di Gereja Katolik St Fransiskus Xaverius

Katanya, hal yang berubah cuma jumlah, tapi makna perayaan, baginya, semua jemaat masih tetap semangat walaupun Covid-19.

"Tapi kami sangat prihatin untuk ibadah ini, sehingga memang mensosialisasikan secara masif yang betul-betul sehat," tandasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved