Berita Konawe Selatan
Andi Sumangerukka Diminta Upaya Pembentukan Konawe Timur dan Benahi Jalan, Jika Jadi Gubernur Sultra
Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengunjungi masyarakat di Desa Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Senin (29/11/2021).
Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengunjungi masyarakat di Desa Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Senin (29/11/2021).
Dalam kunjungan tersebut, purnawirawan TNI AD itu didampingi oleh Ketua DPD Gerindra Sulawesi Tenggara, Andi Ady Aksar.
Turut hadir pengurus DPD Gerindra Sultra, dan relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) yang dibentuk Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.
Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara menyampaikan keluhan mereka dalam kunjungan tersebut.
Salah satunya disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Kecamatan Konda Konawe Selatan, Sultra, Arifuddin Hatas.
Baca juga: Safari Keagamaan di Kolaka, Andi Sumangerukka Bantu Rp100 Juta ke 2 Pesantren, ASR Motivasi Santri
Ia meminta Andi Sumangerukka bisa mewujudkan keinginan masyarakat merealisasikan pembentukan daerah otonom baru (DOB) Konawe Timur, jika nantinya menjabat sebagai Gubernur Sultra.
"Kami hanya minta kepada Bapak Andi Sumangerukka untuk memperjuangkan pembentukan Konawe Timur yang kurang lebih sepuluh tahun sudah diperjuangkan pemekarannya," kata Arifuddin Hatas.
Selain itu, ia meminta Andi Sumangerukka memperjuangkan status para pegawai honorer (K2) agar diangkat menjadi PNS dan realisasi perbaikan jalan rusak yang ada di Konawe Selatan.
"Banyak jalan rusak di Konawe Selatan yang belum diperbaiki oleh pemerintah," ujar Arifuddin Hatas.
Sementara itu, Andi Sumangerukka berjanji akan membantu merealisasikan apresiasi masyarakat di Konda, Konawe Selatan.
Baca juga: ASR dan Gerindra Sultra Gelar Vaksinasi Gratis Untuk Masyarakat Kolaka, Siapkan 500 Dosis
"Saya berjanji jika nanti punya kewenangan, tanpa menunggu langsung merealisasikan keluhan masyarakat tersebut," kata Andi Sumangerukka.
Ia juga menceritakan pengalaman dirinya saat masih menjabat Danrem dan Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Makassar.
Andi Sumangerukka mengatakan, dirinya mendaftar Akmil untuk kuota Sulawesi Tenggara yang saat itu hanya satu orang.
Sementara saat menjabat Pangdam, dirinya kemudian mengubah kebijakan tersebut dengan menambah kuota penerimaan Akmil untuk Sultra menjadi tiga orang.
"Begitu pula saat menjabat Danrem, saat ini kuota penerimaan calon anggota TNI di Sulawesi Tenggara mencapai 150 orang," tutur Andi Sumangerukka. (*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)