Berita Kendari
Ibu Hamil di Kendari Melahirkan dalam Mobil Usai Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan
Berikut penjelasan Badan Pelayanan Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan Kendari soal ibu hamil melahirkan di dalam mobil.
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut penjelasan Badan Pelayanan Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan Kendari soal ibu hamil melahirkan di dalam mobil.
Sebelumnya, viral ibu hamil di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Mutmainnah melahirkan di dalam mobil, pada Selasa (23/11/2021) malam.
Ia terpaksa melahirkan di dalam mobil seusai ditolak Rumah Sakit Aliyah 2, lantaran proses persalinan belum memenuhi prosedur dalam tanggungan BPJS Kesehatan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang atau Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Kendari, Ridwansyah menduga, kasus ini karena adanya salah komunikasi.
"Dia (Mutmainnah) melahirkan di dalam mobil, tapi bukan waktu pulang (dari rumah sakit) diarahkan ke puskesmas," katanya saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (27/11/2021).

Ia menjelaskan, saat itu Mutmainnah datang ke Rumah Sakit Aliyah 2 untuk melakukan persalinan, tetapi saat ditanya bidan, Mutmainnah bilang belum merasakan kontraksi.
Ridwansyah menyampaikan, kata bidan kasus belum merasakan kontraksi seperti itu biasanya persalinan akan terjadi dua hari berikutnya.
"Disarankan bidan ke puskemas saja dulu (terdekat), bukan disuruh pulang, kalau tidak salah itu disampaikan ke tantenya, bukan ke suaminya," bebernya.
Saat itu, sang suami panik dan memilih pulang ke rumah keluarganya yang berada dekat dengan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra dan dr R Ismoyo Kendari.
Ridwansyah mengatakan, Mutmainnah dan suaminya sudah dua bulan tinggal di Kota Kendari.
Baca juga: Viral Ibu Hamil di Kendari Ditolak Rumah Sakit, Akhirnya Melahirkan di Mobil, Dipicu Aturan BPJS
Meski domisili sebenarnya tercatat sebagai warga Kolaka Timur, Mutmainnah tidak harus mendapatkan rujukan di fasilitas kesehatan tingkat satu atau puskesmas di sana.
"Tidak masalah fasilitas kesehatan tingkat pertamanya di Koltim, karena dia lagi di Kendari, kalau kasusnya kegawatdaruratan bagaimana pun harus dilayani (di puskesmas manapun)," ujarnya.
"Misalnya juga kalau dia (ibu hamil) lagi jalan-jalan (berlibur) tapi tiba bulannya, tiba-tiba saatnya melahirkan (bisa di puskesmas mana saja)," imbuhnya.
Namun, karena diduga terjadi kepanikan dan miskomunikasi, sehingga Mutmainnah dibawa ke rumah keluarganya hingga Rabu (24/11/2021) pukul 01.00 Wita.
Menurut Ridwansyah, saat di rumah keluarganya, Mutmainnah membiarkan pecah ketuban terlebih dahulu.
Baca juga: KRONOLOGI Ibu Hamil di Kendari Melahirkan di Mobil: Disuruh Pulang, Alasan Rumah Sakit Soal Biaya
"Mereka selanjutnya langsung ke Rumah Sakit Aliyah 2, melawati dua rumah sakit terdekat, karena memang suaminya hanya ingin di Rumah Sakit Aliyah 2, katanya paling bagus pelayanannya," jelasnya.
Sang suami juga, tutur Ridwansyah, dilanda kepanikan serta trauma, sebab dua anak sebelumnya meninggal dunia.
Sehingga dirinya memilih pelayanan kesehatan untuk persalinan sang istri di rumah sakit terbaik dan dianggap nyaman, yakni di Rumah Sakit Aliyah 2.
"Tapi tiba di Bundaran Tapal Kuda, anaknya lahir di dalam mobil saat menuju Rumah Sakit Aliyah 2," tandasnya.
Melahirkan di Mobil
Sebelumnya, viral ibu hamil di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Mutmainnah melahirkan di dalam mobil, pada Selasa (23/11/2021) malam.
Baca juga: Amy Qanita Ibunda Raffi Ahmad Ungkap Kondisi Nagita Slavina setelah Melahirkan: Punya Asam Lambung
Ia terpaksa melahirkan di dalam mobil seusai ditolak Rumah Sakit Aliyah 2, lantaran proses persalinan belum memenuhi prosedur dalam tanggungan BPJS Kesehatan.
Sang suami, Sujatman mengatakan, dirinya dan sang istri sudah datang ke Rumah Sakit Aliyah 2 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Setiba di rumah sakit kami disuruh pulang dengan alasan istri saya masih dalam pembukaan kedua,” ujar Sujatman, Kamis (25/11/2021).
Tak berpikir panjang, Sujatman pun mengantar istrinya pulang setelah tak dilayani petugas kesehatan.
Namun, dalam perjalanan, ternyata istrinya melahirkan di dalam mobil.
Baca juga: Istri Baru Melahirkan, Petani Tewas Tersambar Petir, Sempat Diperingatkan agar Berteduh
"Lalu, kami kembali lagi ke rumah sakit tersebut dan secepatnya dilakukan pertolongan pertama oleh pihak rumah sakit,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Bidan Rumah Sakit Aliyah 2 Kendari, Adem Basrina membantah menolak ibu Mutmainnah.
Ia berdalih, tak melayani proses persalinan Mutmainnah bukan tanpa alasan.
Karena BPJS Kesehatan hanya menanggung proses persalinan saat pasien sudah memasuki pembukaan ke-4.
"Ketika pasien sudah dalam keadaan emergency atau pembukaan keempat itu tidak perlu rujukan langsung kami layani," katanya.
Baca juga: Ditinggal Pacar setelah Ketahuan Hamil, Wanita Ini Melahirkan Sendiri Lalu Buang Bayi di Dekat Rumah
Sehingga, ia menilai, kondisi Mutmainnah belum memenuhi prosedur pelayanan BPJS Kesehatan karena tidak termasuk pasien darurat.
"Kondisi pasien masih dalam keadaan normal (pembukaan kedua) tanpa ada rujukan, setelah itu kami langsung mengarahkan ke puskesmas terdekat terlebih dahulu,” kata Adem.
Adem juga mengatakan, pulangnya pasien tersebut diminta sendiri oleh pihak keluarganya yang meminta untuk pulang terlebih dahulu. (*)
(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)