Breaking News:

Berita Kendari

Dewan Pengupahan Kota Kendari Bakal Gelar Rapat Bersama Instansi dan Stakeholder, Bahas UMK 2022

Dewan Pengupahan Kota Kendari bakal menggelar rapat untuk membahas Upah Minimum Kota (UMK) Kendari, pada Jumat (26/11/2021).

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Bidang Penyelesaian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Susianti Hafid. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dewan Pengupahan Kota Kendari bakal menggelar rapat untuk membahas Upah Minimum Kota (UMK) Kendari 2022, pada Jumat (26/11/2021).

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penyelesaian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Susianti Hafid.

Saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com melalui WhatsApp, pada Kamis (25/11/2021), Susianti Hafid mengatakan pihaknya menggelar pertemuan sekira pukul 08.30 Wita.

"Insya Allah besok pertemuan jam 08.30 Wita," kata Kepala Bidang Penyelesaian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari.

Kata dia, pembahasan penetapan UMK Kendari 2022, setelah ditetapkannya UMP Sultra 2022 oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca juga: Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tenggara: Pendamping KUR Kuatkan Modal Pelaku Koperasi di Sultra

Di mana UMP Sultra 2022 mengalami kenaikan sebesar 0,70 persen, maka Pemprov Sultra menetapkan besaran UMP Sulawesi Tenggara 2022 sebeser Rp2.710.595.

Penetapan UMK merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, di mana UMK akan ditetapkan setelah penetapan upah minimum provinsi.

Ia menyebut penetapan UMK Kendari 2022 tersebut selain menunggu keputusan provinsi juga harus melibatkan beberapa pihak.

Di antaranya Tim Dewan Pengupahan Kota Kendari, kemudian unsur pemerintah dengan melibatkan Dinas Kesehatan Tenaga Kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari.

Baca juga: Pemkot Kendari Bakal Beri Penghargaan ke Guru yang Mengajar selama 30 Tahun, Peringati HGN 2021

Selanjutnya, unsur pekerja yang diwakili oleh serikat, di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Tirta Dharma, serta Indoganesha.

Sementara unsur pengusaha terdiri dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Kemudian, dilibatkan pula akademisi yakni pakar ekonomi dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulaswesi Tenggara. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved