Berita Kendari
Cekcok Antrean Solar di Kendari Berujung Pengancaman, Pria Datangi Rumah Warga Bawa 2 Pisau Dapur
Pria berinisial SS dilaporkan ke Polresta Kendari usai diduga melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap warga di Bonggoeya Kendari
Penulis: La Ode Ahlun Wahid | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Cekcok-Antrean-Solar-di-Kendari-Berujung-Pengancaman-Pria-Datangi-Rumah-Warga-Bawa-2-Pisau-Dapur.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Seorang pria berinisial SS dilaporkan ke Polresta Kendari usai diduga melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap warga di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Insiden yang terjadi pada Senin (20/4/2026) ini dipicu oleh perselisihan terkait pengaturan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Jalan Sorumba.
Korban, NO, mengungkapkan kejadian bermula saat dirinya tengah bertugas mencatat nomor antrean truk pengisi solar.
Namun, secara tiba-tiba terduga pelaku (SS) datang menghadang jalan menggunakan sepeda motor.
"Dia melarang para sopir truk untuk mengambil nomor antrean. Di situ kami sempat beradu mulut, bahkan saya sempat didorong oleh SS sebelum akhirnya dilerai oleh orang-orang di sekitar parkiran," kata NO pada Selasa (21/4/2026).
Merasa persoalan sudah selesai, korban kemudian memutuskan untuk pulang ke rumah.
Namun, tidak berselang lama, SS justru mendatangi kediaman korban sambil berteriak histeris dari luar rumah.
Baca juga: Kronologi Begal di Jalan Poros Andoolo Konawe Selatan, Korban Dipepet 3 Motor, Diancam Sajam
Ketegangan memuncak ketika diketahui SS membawa dua pisau dapur di kedua tangannya sembari melontarkan ancaman akan menikam korban beserta anggota keluarganya.
"Dia bawa dua pisau dapur dan mengancam mau menikam saya dan saudara-saudara saya. Sempat dihadang oleh saudara saya, tapi dia tetap mengancam dengan senjata di tangannya," sambungnya.
Aksi nekat SS baru terhenti saat korban mencoba menghubungi Tim Patroli Perintis Presisi Polresta Kendari.
Melihat korban menelepon pihak kepolisian, pelaku perlahan mundur dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Tak terima dengan perlakuan tersebut dan merasa keselamatan keluarganya terancam, NO resmi melayangkan surat pengaduan ke Polresta Kendari untuk diproses lebih lanjut.
Markas kepolisian tersebut berada di Jalan DI Panjaitan Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-Wua.
Jaraknya sekira 6,6 kilometer atau 13 menit berkendara dari pusat kota Tugu Religi Eks MTQ Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga.(*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)