Breaking News:

Anggota TNI Terbukti Bunuh Pacar, Akhirnya Praka MA Dipecat dan Divonis Penjara Seumur Hidup

Seorang oknum TNI berinisial Praka MA (23) terbukti membunuh pacarnya di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Editor: Ifa Nabila
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ayah korban, Kuswanto sat bersujud di hadapan Majelis Hakim yang mengadili terdakwa Praka MA (23) di Pengadilan Militer I-07 Balikpapan, Selasa (23/11/2021). 

Lebih lanjut, terdakwa Praka MA dipersilahkan masuk ruang sidang dan berdiri menghadap Majelis Hakim. Kepada terdakwa, Letkol Setyanto menanyakan terlebih dahulu kondisi korban, apakah siap mengikuti jalannya sidang.

Baca juga: Dendam Tak Mau Dicerai, Suami Tega Aniaya Istri dengan Senjata Tajam saat Korban Ambil Uang di ATM

"Apakah saudara terdakwa siap melanjutkan persidangan? Mengingat sidang kali ini merupakan sidang putusan," ujar Setyanto pada terdakwa.

Tegas tanpa berbelit, terdakwa mengaku menyanggupi dan mengaku dalam kondisi prima untuk mengikuti persidangan.

Sidang kali ini, Majelis Hakim membacakan kembali fakta-fakta persidangan. Dalam artian fakta yang ditemukan setelah mendengar kesaksian para saksi 1 hingga saksi ke-12 selama berlangsungnya persidangan ini.

Terhitung sejak pukul 14.05 Wita, Majelis Hakim secara bergantian membacakan fakta persidangan yang dimulai dari Majelis Ketua dan dilanjutkan Majelis Anggota.

Baca juga: Tak Terima Diputus, Pemuda Jemput Mantan Pacar Bawa ke Rumah dan Dianiaya hingga Luka Sekujur Tubuh

Di samping itu, Majelis Hakim turut membacakan unsur-unsur yang dipenuhi dalam tindak pidana oleh terdakwa dalam melancarkan aksinya. Hingga memasuki pukul 17.00 Wita, Majelis Hakim mulai membacakan putusan.

"Menyatakan terdakwa tersebut, terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan dengan berencana dan mempersukar penyidikan," ulas Setyanto, sekitar pukul 17.15 Wita.

"Oleh karena itu, terdakwa divonis pidana pokok penjara selama seumur hidup. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer," tambahnya.

Mendengar penjatuhan vonis itu, suasana sidang seketika riuh. Keluarga korban seperti bersorak, menilai keadilan berpihak pada mereka. Terlalu riuh, Majelis Ketua sampai harus menenangkan pengunjung.

Setelah membaca putusan, Majelis Hakim memberikan sejumlah opsi pada terdakwa.

Baca juga: Menangis Haru, Istri di Karawang yang Marahi Suami Mabuk Akhirnya Tak Jadi Dipenjara

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved