Breaking News:

UHO Kendari

Dosen UHO Kendari Prof Dr Muhammad Nurdin Terima Penganugerahan Muhammadiyah Award 2021

Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof Dr Muhammad Nurdin menerima penganugerahan Muhammadiyah Award 2021.

Istimewa
Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) Prof Dr Muhammad Nurdin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof Dr Muhammad Nurdin menerima penganugerahan Muhammadiyah Award 2021.

Penganugerahan Muhammadiyah Award 2021 tersebut yakni Top 2% World Rangking Scientist atau ilmuwan paling berpengaruh di dunia.

Adapun penganugerahan diberikan pada acara Milad Muhammadiyah ke-109, dihadiri oleh Presiden Joko Widodo yang juga memberikan sambutan milad, di Yogyakarta, Kamis (18/11/2021).

Nama Prof Dr Muhammad Nurdin disebutkan sebagai salah satu peneliti atau ilmuwan yang memperoleh penganugerahan kategori bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Di antaranya diberikan kepada Agus Setyo Muntahara dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Tole Sutikno dari Universitas Ahmad Dahlan.

Baca juga: Prof Muhammad Nurdin, Dosen UHO Kendari, Masuk Jajaran Ilmuwan Indonesia Berpengaruh di Dunia

Muhammad Nurdin dari Universitas Halu Oleo, Susanti yang diwakili Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Ahmad Najib Burhani Peneliti Senior Muhammadiyah.

Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UHO ini mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.

"Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT atas penganugerahan Muhammadiyah Award 2021 ini," kata Prof Dr Muhammad Nurdin saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (18/11/2021).

"Menjadi warga Muhammadiyah yang mengabdi sebagai Dosen di Universitas Halu Oleo," tambah Prof Dr Muhammad Nurdin.

Ia berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus memberikan nilai-nilai terbaik pada diri sendiri dan keluarga.

Baca juga: Visi Misi Prof Dr Muhammad Nurdin, UHO Menuju World Class University, Unggul Maritim dan Pedesaan

Selain itu, senantiasa berkontribusi sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat, khususnya pada bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

"Saya berharap ke depannya dapat mempunyai laboratorium yang dapat dikelola untuk pengembangan kapasitas riset S1, S2, S3, Post Doctor," bebernya.

Sebagai basis yang baik untuk terus melakukan kemitraan produktif dalam dan luar negeri untuk melakukan percepatan pengembangan institusi. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved