Berita Sultra

Prof Muhammad Nurdin, Dosen UHO Kendari, Masuk Jajaran Ilmuwan Indonesia Berpengaruh di Dunia

Seorang dosen di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi satu dari 58 ilmuan Indonesia berpengaruh di dunia.

Handover
KOLASE FOTO - Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika F-MIPA UHO Kendari, Prof Dr H Muhammad Nurdin MSc. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Seorang dosen di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi satu dari 58 ilmuan Indonesia berpengaruh di dunia.

Dosen yang mengajar di ibu kota Provinsi Sultra tersebut bernama Prof Dr H Muhammad Nurdin MSc.

Adapun nama Prof Muhammad Nurdin tercatat dalam Top 2 Persen World Ranking Scientist yang diterbitkan oleh dua lembaga peneliti kredibel di dunia.

Yakni Stanford University di Amerika Serikat dan Elsevier BV di Anterdam Belanda.

Untuk diketahi, mereka yang termasuk Top 2 Persen World Ranking Scientist, dianggap sebagai ilmuwan berpengaruh di dunia, karena jurnal internasional yang diterbitkan populer dikunjungi dan dikutip oleh para peneliti lain.

Setiap tahunnya Stanford University dan Elsevier BV bakal merilis daftar ilmuan berpengaruh di dunia.

Untuk tahun ini, daftar ilmuan berpengaruh di dunia itu diterbitkan pada 20 Oktober 2021.

Baca juga: Hari Jadi ke-7 Tahun LPM Katharsis UHO Kunjungi Lembaga Penyiaran Publik TVRI Sulawesi Tenggara

Stanford University dan Elsevier BV merilis daftar ilmuan menurut peringkat masing-masing dari berbagai neraga.

Tentu saja penempatan peringkat berdasarkan c-score atau dengan melihat karya yang paling banyak dikutip.

Karena penilaian itu, dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UHO Kendari, Prof Dr H Muhammad Nurdin MSc, menjadi salah satu ilmuan berpengaruh di dunia.

"Itu akumulasi dari artikel kita," ujar Prof Nurdin saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Jumat (29/10/2021).

"Alhamdulillah pencapaian ini dapat diraih berkat dukungan dari semua pihak, mulai dari keluarga, pimpinan jurusan, fakultas, universitas, kelompok riset, networking dan juga kerjasama yang senantiasa terbuka ruang untuk kami menjalankan kebebasan akademi," lanjutnya.

Ia mengaku, hingga saat ini lebih 100 artikel juga paper sudah diterbitkan pada Jurnal Internasional bereputasi yang terindex di Scopus.

Untuk diketahui, Scopus adalah lembaga pengindeks jurnal dan paper terbesar dan paling top di dunia. Scopus merupakan group penerbit Elsevier BV.

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Fisip UHO Gelar Dialog Kepemudaan, Angkat Isu Pemuda di Pemilu dan Pilkada

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved