Breaking News:

Berita Kendari

WASPADA Demam Berdarah di Kota Kendari, Pemkot Prediksi Meningkat Bulan Desember 2021

Tercatat September 2021 Kota Kendari mengalami kenaikan sepuluh kasus demam berdarah yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk di rumah warga di Kota Kendari beberapa waktu lalu. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kasus demam berdarah dengue atau DBD terus meningkat di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kasus demam berdarah Hal itu disusul dengan masuknya musim penghujan di akhir tahun 2021.

Tercatat September 2021 Kota Kendari mengalami kenaikan sepuluh kasus demam berdarah yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap mewaspadai bahaya penyakit menular dari gigitan nyamuk itu.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengingatkan agar perhatian masyarakat terhadap Covid-19 tidak boleh turun, tapi bukan berarti mengabaikan potensi-potensi penyakit lainnya, seperti DBD.

Baca juga: 179 Peserta Calon ASN Pemkot Kendari Ikuti SKB Pada 15 - 16 November 2021 

Menurutnya, pada Desember nanti bakal memasuki musim penghujan, sehingga hal itu menjadi alasan potensi naiknya kasus DBD.

"Kita harus siap karena di bulan Desember itu bakal masuk musim penghujan dan biasanya di musim penghujan itu angka DBD relatif naik," kata Sulkarnain Selasa (16/11/2021).

Ia menyampaikan untuk mencegah masifnya penularan kasus DBD, pihaknya mulai mengantisipasi dengan melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan bahaya demam berdarah.

Baca juga: Pemkot Kendari dan SMANSA 95 Foundation Serahkan Beasiswa Kurang Mampu ke Sejumlah Pelajar

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari Siska Karina Imran juga mengatakan, memasuki musim pancaroba di mana cuaca berubah-ubah dan tidak menentu ini menjadi salah satu musim yang disenangi nyamuk, sehingga harus selalu diwaspadai.

" Karena nyamuk itu ada di mana-mana dan itu perlu perhatian khusus bagi masyarakat, terutama dengan jentik-jentik nyamuk yang ada di sekitar kita karena itu tidak bisa kita hindari," ujarnya.

Beberapa waktu lalu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rahminigrum mengimbau agar masyarakat tetap waspada atas penularan virus tersebut.

Baca juga: Pemkot Kendari Launching Truk Sampah Konvektor, 3 Dump Truck, 5 Arm Roll, dan 65 Motor Viar

Dengan cara selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk (fogging).

“Kita rutin lakukan penyemprotan untuk mencegah masifnya penularan DBD utamanya di daerah-daerah yang ditemukan kasus DBD,” ujarsnya.

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved