Berita Sulawesi Tenggara

Ekspor dan Impor Sulawesi Tenggara Naik per Oktober 2021, BPS Sultra Sebut Negara Asal dan Tujuan

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis ekspor dan impor di Sultra mengalami kenaikan per Oktober 2021.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Tribunnews
Ilustrasi ekspor impor (Sumber: Tribunnews.com) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis ekspor dan impor di Sultra mengalami kenaikan per Oktober 2021.

Kenaikan tersebut berdasarkan data dari BPS Sultra ekspor sebesar 13,06 persen, sementara impor pun mengalami kenaikan sebesar 238,31 persen.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengatakan nilai ekspor Sultra Oktober 2021 mencapai 347,41 juta dolar atau naik 13,06 persen.

Katanya, jika dibanding ekspor September 2021 yang tercatat 307,27 juta dolar, sementara volume ekspor Oktober 2021 tercatat 165,90 ribu ton.

"Angka ini naik sebesar 12,18 persen dibanding volume ekspor September 2021 yang tercatat 147,90 ribu ton," ucapnya, Senin (1/11/2021).

Baca juga: Kesejahteraan Petani Sulawesi Tenggara Naik 1,09 Persen Oktober 2021, BPS Sultra Catat NTP 100,84

Lebih lanjut, total ekspor Sultra selama Januari hingga Oktober 2021 mencapai 1.607,45 ribu ton atau senilai 2.942,99 juta dolar.

Ia merinci, kenaikan terbesar ekspor Sultra pada Oktober 2021 terjadi pada komoditas besi dan baja senilai 39,72 juta dolar.

"Jika dilihat dari sektor, ekspor Sultra pada Oktober 2021 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 347,10 juta dolar (99,84 persen)," ujarnya.

Selenjutnya, negara tujuan ekspor Januari hingga Oktober 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu 2.735,58 juta dolar, disusul India senilai 165,97 juta dolar, dan Amerika Serikat senilai 14,96 juta dolar.

Sementara itu, dilihat dari nilai impor pada Oktober 2021 mencapai 383,50 juta dolar, naik 248,91 persen.

Baca juga: Komoditi Impor Sultra Agustus 2021 Menurun 7 Persen, Bulan Juli Meningkat Berikut Rinciannya

"Volume impor Oktober 2021 senilai 1.438,31 ribu ton, naik 342,44 persen dibandingkan September 2021," ujarnya.

Agnes menuturkan kenaikan impor golongan barang nonmigas terbesar Oktober 2021 dibandingkan
September 2021 adalah besi dan baja 134,61 juta dolar (918,99 persen).

Sedangkan penurunan terbesar adalah mesin dan peralatan mekanis senilai 4,04 juta dolar (22,88 persen).

Dilihat dari tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga Oktober 2021 adalah Tiongkok 644,61 juta dolar (1,40 persen).

Kemudian, Afrika Selatan 310,87 juta dolar (208,15 persen), dan Australia 296,28 juta dolar (166,50 persen).

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved