Kamis, 7 Mei 2026

Muktamar IMM

Ricuh Peserta Muktamar IMM XIX di Kendari, Dipicu Id Card Diambil Panitia, Isu Kasus Imawan Randi

Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XIX di CLARO Hotel Kendari diwarnai aksi saling dorong peserta dengan panitia.

Tayang:
Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Ricuh Peserta Muktamar IMM XIX di Kendari, Dipicu Id Card Diambil Panitia, Isu Kasus Imawan Randi
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Kader Senior DPD IMM Maluku, Paman Nurlette 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XIX di CLARO Hotel Kendari diwarnai aksi saling dorong peserta dengan panitia.

Hal tersebut terjadi sekira pukul 17.35 Wita saat skors sidang pleno ke tiga. Agenda itu akan dilanjutkan usai waktu Isya.

Namun, disela waktu istirahat tersebut, para kader dari DPD IMM Maluku mengajukan protes kepada panitia.

Aksi protes ini berujung saling dorong dengan panitia dan aparat kepolisian yang berjaga di CLARO Hotel Kendari.

Adapun pemicu para kader dari DPD IMM Maluku terlibat ribut karena id card mereka sebagi peserta diambil panitia.

Baca juga: Situasi Terkini Pascaricuh Muktamar IMM XIX di Kendari, Puluhan Polisi & Mobil Barracuda Disiagakan

Padahal, kader dari DPD IMM Maluku yang berjumlah sekira 30 orang juga memiliki hak penuh sebagai peserta.

Hal itu, karena adanya dualisme kepengurusan di DPD IMM Maluku. Sehingga, panitia kemudian menahan id card karena terpecahnya peserta dari Maluku.

Selain itu, mereka dianggap bisa mengganggu jalannya Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XIX.

Kader Senior DPD IMM Maluku, Paman Nurlette, mengatakan, peserta tersebut meminta panitia untuk tetap mengizinkan para kader mengikuti tahapan Muktamar IMM XIX.

Kata dia, terkait keputusan panitia tak mengizinkan peserta ikut sidang pleno karena masalah kepengurusan di tubuh DPD IMM Maluku.

Baca juga: Serba-serbi Muktamar IMM XIX di Kendari, Peserta Provinsi Bali Pamerkan Kopi dan Kue Khas Bali

Hal itu bisa dibahas di luar forum, bukan malah dihubungkan dengan hak kader sebagai peserta penuh hingga tak diberikan.

"Kami minta DPD IMM Maluku dengan panitia lokal, bertemu membahas masalah itu dengan peserta, " kata dia.

Menurut Paman Nurlette, keputusan panitia mengambil id card peserta justru dapat merugikan mereka.

Apalagi seluruh kader masih punya hak menyampaikan suara atau pendapat di Muktamar IMM XIX tersebut.

Selain itu, masalah keikutsertaan peserta, Paman Nurlette menambahkan, para kader DPD IMM Maluku juga meminta isu kasus kematian Imawan Randi juga dibahas dalam forum.

Baca juga: Penyebab Muktamar IMM XIX di Kendari Ricuh, Kader IMM Maluku Saling Dorong dengan Panitia dan Polisi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved