Berita Kendari
Cerita Pemilik Makassar Helm Kendari, 10 Tahun Bisnis Helm hingga Tahu Karakteristik Pembeli
Pemilik Makassar Helm Kendari, Amran mengungkapkan dirinya sudah 10 tahun terjun di dunia bisnis khususnya helm.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemilik Makassar Helm Kendari, Amran mengungkapkan dirinya sudah 10 tahun terjun di dunia bisnis khususnya helm.
Amran menjelaskan awalnya memulai bisnis tersebut dari kios yang tepatnya berada di belakang Hotel Athaya Kendari pada 2011.
Setelah sekitar dua tahun lamanya, ia kemudian memutuskan pindah dan mencari tempat strategis pada tahun 2013.
"Selama sepuluh tahun ini saya juga pernah ikut pelatihan, bukan hanya terkait bisnis melainkan tentang kehidupan," ucapnya, Rabu (20/10/2021).
Menurutnya, dengan pelatihan tersebut, kini ia bisa mengetahui karakteristik pembeli di Makassar Helm Kendari.
Baca juga: Suplai BBM Jenis Solar di Kendari Tak Merata, Pertamina Sebut Stok Tercukupi
Amran juga menceritakan dirinya tak pernah memaksakan pembeli saat berjualan. Hal itu karena ia yakin rejeki tak akan jauh apabila itu menjadi miliknya.
Kata dia, apabila terdapat komplain dari pelanggan maka menurutnya semua itu harus dihadapi dengan santai.
Tak cuma itu, jika memang kesalahan ada didirinya maka ia siap bertanggungjawab dan segera memperbaikinya.
"Salahnya adalah ketika ada pelanggan yang komplain kemudian penjual juga tersulut emosinya menurut saya itu merupakan suatu kesalahan," ujarnya.
Jam operasional toko miliknya, Amran mengatakan mulai membuka toko sekira pukul 08.00 Wita sampai dengan 21.00 Wita.
Baca juga: Pegadaian Gabung Holding Ultra Mikro, Mudahkan Pengembangan dan Pembiayaan Pelaku UMKM
Amran juga menjelaskan beberapa jenis helm yang ia jual seperti Cross, Full Face, dan Half Face termasuk helm Bogo.
Untuk helm jenis Cross dijual dengan harga sekitar Rp600 ribuan merk GM dan JPX. Helm jenis Full Face dijual Rp600 ribu hingga Rp900 ribu merk KYT, GM, dan NHK.
Sementara untuk helm Half Face Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, dan untuk Bogo berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. (*)
(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)