Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Seminar Bahasa dan Hukum Linguistik Forensik, Kapolda Yan Sultra Anggap Penting saat Penyidikan

Bekerjasama dan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara atau (Polda Sultra). 

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Penandatanganan nota kesepahaman antara Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara bersama Polda Sultra, di Same Hotel Kendari, Kamis (14/10/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara menggelar Seminar Bahasa dan Hukum dengan tema Linguistik Forensik Menuju Indonesia Sehat dan Tangguh. 

Bekerjasama dan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara atau (Polda Sultra). 

Berlangsung di Same Hotel Kendari, Kamis (14/10/2021). 

Kepala Kantor Bahasa Sultra, Herawati, mengatakan pentingnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Tentunya penggunaan bahasa agar tidak terjadi kesalahan pemaknaan dalam berkomunikasi, khususnya di media sosial. 

Baca juga: Komunitas Kendari Beatbox, Sisi Lain Seni Musik hingga Digandrugi Anak Muda Kota Kendari

"Sehingga tidak ada lagi pertikaian akibat komunikasi yang tidak baik karena menggunakan bahasa yang tidak tepat, baik itu disengaja maupun tidak sengaja," kata Herawati

Dengan itu, ia mengajak masyarakat agar menerapkan pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
 

“Mari kita terapkan trigatra bahasa, utamakan bahasa indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing," ujarnya. 

Baca juga: Pemuda Pidie Rudapaksa Gadis 14 Tahun, Kabur ke Medan hingga Akhirnya Diserahkan Keluarga ke Polisi

Sementara Kapolda Sultra Yan Sultra Indrajaya, mensuport kegiatan ini lantaran kepolisian sangat berkepentingan dalam penggunaan bahasa ini terkhusus proses penyidikan. 

"Saat ini semua sudah berbasis teknologi, media sosial, kejahatan tidak saja dalam bentuk fisik lagi tapi sudah dengan kejahatan verbal, jika tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar bisa menjadi suatu kejahatan," ujarnya. 

Ia menyampaikan tujuan diadakannya kesepahaman adalah dalam rangka pelaksanaan tugas kepolisian dan insan negara lainnya. 

Baca juga: Mantan Anggota DPRD Sergai Dibunuh, Pelaku yang Pernah Bakar Mobil Disebut Alami Gangguan Jiwa Berat

Guna mendukung bahasa dalam proses penegakan hukum. Sehingga dapat memperlancar masyarakat mencari keadilan. 
  

Tentunya hal tersebut membantu pihak kepolisian dalam menegakkan hukum serta memberikan perlindungan dan pengayoman pada masyarakat. 

"Kami harapan ke depan akan lebih banyak lagi tentang layanan kebahasaan di Indonesia khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara,"

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved