Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

DJPb Sultra Gandeng BPS Gelar FGD, Sosialisasi Aplikasi Syantik Guna Implementasi Satu Data

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Focus Group Discussion (FGD). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan tersebut membahas Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Nelayan serta mensosialisasikan aplikasi Sistem Informasi Layanan Statistik (Syantik), Kamis (14/10/2021).

Statististik Ahli Madya Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sultra, Surianti Toar mengatakan kegiatan ini dalam rangka penyusunan analisis tematik tentang kesejahteraan petani dan nelayan.

"Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan indikator proxy kesejahteraan petani," ucapnya dalam keterangan resmi BPS Sultra, Kamis (14/10/2021).

Ia menjelaskan NTP mempunyai kegunaan mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga.

Baca juga: 65 Pejabat Struktural dan Fungsional Ikuti Bimbingan Teknis Audit Kinerja Inspektorat Kota Kendari

Menurutnya, angka Nilai Tukar Petani menunjukkan tingkat daya saing produk pertanian dibandingkan dengan produk lain. 

Sehingga, atas dasar tersebut upaya produk spesialisasi dan peningkatan kualitas produk pertanian dapat dilakukan.

Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik BPS Sultra, M Rizal Karim menyampaikan penjelasan terkait penggunaan aplikasi Syantik.

"Syantik merupakan aplikasi berbasis web yang dibangun dalam rangka mempermudah OPD untuk mendapatkan rekomendasi, konsultasi, serta pembinaan kegiatan statistik," ujarnya.

Selain itu, kata dia, sistem ini juga dilengkapi dengan integrasi data statistik sektoral bagi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara terpadu.

Baca juga: Kampung Warna Warni Jadi Wisata Baru Kendari di Penutupan TNI Manunggal Masuk Desa Ke-112

Di mana, lebih lanjut ia menjelaskan, data yang disajikan dilengkapi dengan informasi metadata sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia.

Selain itu, sebagai anggota dari tim developer aplikasi Syantik menyebut, aplikasi itu sebagai penguatan implementasi Satu Data Indonesia di Sulawesi Tenggara.

Untuk diketahui, FGD tersebut bertempat di Lantai 1 Kantor Wilayah DJPb Sultra, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved