Breaking News:

Harga Saham BBCA Cuma Rp7 Ribuan Usai Stock Split, Diharapkan Tuai Reaksi Positif Investor Pemula

Diketahui stock split adalah aksi korporasi atau corporate action emiten, berupa pemecahan saham dalam rasio tertentu yang sudah ditentukan.

Penulis: Sri Rahayu | Editor: Muhammad Israjab
Ilustrasi Bank BCA (Dok. BCA) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Setelah memperoleh persetujuan jadwal stock split PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi diperdagangkan dengan harga terbaru mulai hari ini, Rabu (13/10/2021).

Diketahui stock split adalah aksi korporasi atau corporate action emiten, berupa pemecahan saham dalam rasio tertentu yang sudah ditentukan.

Saham emiten dipecah dari harga lebih mahal menjadi lebih murah.

Harga saham bisa turun karena jumlah saham yang beredar juga bertambah banyak.

Rasio stock split dari BBCA sendiri adalah 1:5 atau sekira Rp7.000. Hingga pukul 14.52 Wita, harga saham BBCA di pasar modal mencapai Rp7.600 per lembar.

Baca juga: Warga Bantul Ramai-ramai Jenguk Tetangga yang Sakit, Akhirnya 9 Orang Positif Covid-19

Presiden Dierektur BBCA, Jahja Setiaadmaja mengatakan, nilai nominal saham BBCA sebelum stock split pada Selasa (12/10/2021) kemarin adalah Rp62,5 per lembar.

Sedangkan nilai nominal pada stock split menjadi Rp12,5 per saham.

"Sebagai informasi, harga saham BBCA pada saat siaran pers ini dikeluarkan berkisar Rp37.320 per saham atau setara dengan Rp36.600 per saham sebelum stock split," kata Jahja Setiaadmaja dalam keterangan resminya, Rabu (13/10/2021).

Pada perdagangan Selasa kemarin, harga BBCA ditutup menguat ke level Rp36.600 dari harga pembukaan di posisi Rp36.275. Sejak Akhir september, harga BBCA memang diketahui berada pada tren menguat.Pada 28 September 2021, harga saham masih berada di level Rp32.600.

"Dengan harga baru yang mulai diperdagangkan hari ini, perseroan berharap harga saham BCA menjadi relatif terjangkau dan mendapat sambutan positif dari Investor, terutama investor pemula yang saat ini aktif berinvestasi di pasar modal," kata Jahja.

Baca juga: Tabrak Rombongan Kerbau yang Sedang Menyeberang, Pemuda Tewas di Tempat

Jahja mengaku, perseroan berkomitmen untuk selalu menjaga soliditas fundamental BCA melalui pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan, sehingga memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.

Saham hasil stock split akan didistribusikan oleh  PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada pemegang saham pada 15 Oktober 2021.

Keputusan BBCA untuk melakukan pemecahan harga saham tersebut didasarkan pada perkembangan pasar modal, terutama karena tingginya minat investor ritel termasuk para investor muda untuk berinvestasi di pasar modal. (*)

(TribunnewSultra.com/Sri Rahayu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved