Breaking News:

UHO Kendari

Asap Kebakaran Lebih Berbahaya Dibanding Api, Damkar Kendari Isi Seminar K3 Fakultas Teknik UHO

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut asap kebakaran berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Pelatihan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari, Abriadin memberikan materi saat Seminar Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Milad ke-28 Fakultas Teknik UHO, Jl HEA Mokodompit, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (8/10/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut asap kebakaran berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Pelatihan Dinas Pemadam Kebakaran Kendari, Abriadin saat menjadi pemateri dalam seminar Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Jumat (8/10/2021).

Seminar K3 ini, diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dalam rangka Milad ke-28 fakultas tersebut.

Selain menghadirkan dua dosen dari Fakultas Teknik UHO Kendari, panitia penyelenggara juga mendatangkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendari.

Seminar tersebut mengangkat tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan mengusung tema Meningkatkan Kesadaran Pentingnya K3 pada Semua Sektor Usaha di Era Modern.

Baca juga: Cara Daftar Olympic of Economy Education 2021 FEB UHO, Dibuka Sampai 12 Oktober, Link Registrasi

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Pelatihan Damkar Kendari, Abriadin mengatakan kasus meninggal dunia saat peristiwa kebakaran kebanyakan disebabkan oleh asap yang dihirup manusia.

"75 persen karena asap, dan 25 persen dari api itu sendiri, mengapa demikian, karena asap mengandung karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi pernapasan manusia," ujarnya.

Menurutnya, dalam menangani dan memadamkan api, memiliki teknik khusus. Untuk dapat mengetahui teknik tersebut perlu dilakukan simulasi.

"Ada teknik khusus untuk memadamkan api, alangkah baiknya selain memberikan pemahaman secara teori, kita lakukan simulasi," jelasnya.

Sementara, Dosen Fakultas Teknik UHO Kendari, Dr Ir Tachrir mengungkapkan tak ada kecelakaan datangnya dari Tuhan, melainkan akibat kelalaian dari manusia itu sendiri.

Baca juga: Ikut Pelatihan Pekerti, Dosen Tetap dan non PNS UHO Kendari Diajari Strategi dan Metode Pembelajaran

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved