Peringatan 26 September
Polisi Bubarkan Demonstran di Kota Kendari Sampai Jam 10 Malam, Kejar-kejaran dengan Mahasiswa
Aparat kepolisian membubarkan demonstran mengusut kematian Muhammad Yusuf Kardawi, Senin (27/9/2021) hingga sekira pukul 22.00 WITA.
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Aparat kepolisian membubarkan demonstran mengusut kematian Muhammad Yusuf Kardawi, Senin (27/9/2021) hingga sekira pukul 22.00 WITA.
Padahal demonstrasi berakhir damai pada pukul 18.30 WITA, usai ibu Muhammad Yusuf Kardawi, Endang Yulinda datang menemui massa.
Namun, massa tak kunjung pulang hingga dibubarkan polisi sampai ke arah Bundaran Kantor Gubernur Sultra, 200 meter dari depan Markas Polda Sultra.
Sebelumnya, seribuan mahasiswa Universitas Halu Oleo dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau IMM Sultra menggelar demonstrasi di depan Markas Polda Sultra, Senin (27/9/2021) siang.
Demonstrasi tersebut menuntut penuntasan kasus meninggalnya mahasiswa UHO, Muhammad Yusuf Kardawi yang tewas pada September 2019 silam.
Baca juga: Tangis Ibunda Yusuf Kardawi Bubarkan Massa yang Bentrok dengan Polisi, Tak Ingin Lagi Ada Korban
Sekiranya, pukul 14.30 WITA, bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian pecah, kedua pihak saling serang.
Mahasiswa melempar batu ke arah aparat kepolisian, sementara polisi membalas serangan tersebut dengan tembakan gas air mata.
Akibatnya, situasi pun ricuh hingga sore hari, di mana ribuan mahasiswa dan aparat kepolisian akhirnya terlibat bentrok.
Diketahui, bentrok pecah usai mahasiswa berdialog dengan Direktur Reserse dan Kriminal Umum atau Dirreskrimum Polda Sultra AKBP Bambang Wijanarko.
Sekitar 15 menit berselang dialog perkembangan penyelidikan kasus meninggalnya Muhammad Yusuf Kardawi, bentrokan lantas pecah antara mahasiswa dan aparat kepolisian hingga pukul 17.00 WITA.
Baca juga: Demonstrasi Peringatan 26 September Ricuh, Lemparan Batu Mahasiswa Dibalas Tembakan Gas Air Polisi
Bentrokan antara aparat kepolisian dan mahasiswa, sempat reda saat ibunda Muhammad Yusuf Kardawi, Endang Yulida, datang meredam massa aksi.
Situasi akhirnya mereda lantaran mereka diminta pulang ke rumah masing-masing, tetapi mahasiswa tetap bertahan hingga malam hari.
Sejumlah polisi membubarkan paksa para demonstran, dengan memukul mundur massa hingga ke Jalan Martandu Anduonohu.
Meski dipukul mundur, tetapi mereka tak kunjung membubarkan diri, bahkan kembali melempar batu ke arah aparat kepolisian.
Namun, belasan polisi menggunakan sepeda motor memburu para mahasiswa hingga ke dekat kampus Jalan AH Nasution.
Baca juga: Seribuan Mahasiswa Mulai Padati Markas Polda Sultra, Tuntut Kapolda Irjen Pol Yan Sultra Dicopot
Upaya aparat kepolisian membubarkan paksa para demonstran tersebut, tampak diwarnai dengan asap gas air mata dan percikan api.
Hingga pukul 22.00 WITA, mahasiswa akhirnya membubarkan diri, kepolisian juga menarik mundur pasukannya kembali ke Markas Polda Sultra. (*)
(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)