Berita Kendari

Ikon Bundaran di Kota Kendari Tanpa Penerangan, Gelap di Malam Hari, Segini Harga Lampu Sorot

Sejumlah ikon bundaran di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tanpa penerangan, gelap di malam hari, segini harga lampu sorot.

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Sitti Nurmalasari
handover
Kolase Ikon Bundaran di Kota Kendari, Bundaran Tank Anduonohu, Bundaran Monumen Pesawat Tempur Lepo-Lepo, dan Bundaran Pesawat Maritim Angkatan Laut. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah ikon bundaran di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tanpa penerangan, gelap di malam hari, segini harga lampu sorot.

Bundaran tanpa lampu penerangan ini terjadi di Bundaran Tank Anduonohu, Tugu Bundaran Pesawat Tempur Lepo-Lepo, dan Bundaran Monumen Pesawat Maritim Angkatan Laut.

Tak memiliki penerangan yang cukup, keunikan dan keindahan bundaran-bundaran di Kota Kendari, Sultra tersebut tak tampak di malam hari.

Padahal, bundaran-bundaran ini menyuguhkan keunikannya masing-masing dengan menampilkan ikon seperti tank tua, pesawat tempur, dan pesawat maritim.

Seperti halnya di Bundaran Tank Anduonohu Jl Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menampilkan tank buatan Prancis jenis AMX-13. 

Baca juga: Mengenal AMX-13, Tank Buatan Prancis, Ikon Bundaran Anduonohu di Kota Kendari

Pantauan TribunnewsSultra.com, tank berwarna loreng jenis AMX-13 berada di antara taman dan pohon rindang, sehingga tampak sejuk di siang hari.

Di sekitar tank tersebut, tampak terdapat dua patung meriam pada sudut belakang tank dengan Nomor 231-32.

Kemudian, terdapat pula lukisan timbul sebanyak delapan lukisan berada di tiap sisi sudut bangunan penyangga tank.

Lukisan itu menggambarkan beberapa pejuang tampak tengah berperang, dan ada pula lukisan senjata seperti pisau, parang, dan senapan.

Namun keunikan bundaran tank tersebut tak terlihat di malam hari, karena tak ada lampu penerangan di Bundaran Tank Anduonohu.

Baca juga: Monumen Pesawat Tempur A-4E Skyhawk, Ikon Sultra yang Diresmikan Nur Alam 31 Mei 2012 Silam

Hal serupa juga terjadi di Tugu Bundaran Pesawat Tempur Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Bundaran yang diresmikan Gubernur Sultra, Nur Alam 31 Mei 2012 silam ini, unik karena di tengah bundaran berdiri kokoh Pesawat Tempur jenis A-4E Skyhawk.

Anda dapat menjumpai pesawat tempur ini di Jalan Poros Bandara Halu Oleo, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota kendari, Sulawesi Tenggara.

Bundaran tersebut menghubungkan Jalan DI Panjaitan dan Jalan Jl Y Wayong By Pass Lepo-Lepo serta Jalan Jenderal Ahmad Yani, Baruga.

Ikon Kota Kendari lainnya, juga tanpa lampu penerangan terjadi di Bundaran Monumen Pesawat Maritim Angkatan Laut di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Mengenal Liya Togo Wakatobi, Desa Wisata Sultra Masuk 50 Besar Nominasi ADWI 2021

Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia mengatakan Monumen Pesawat Tempur tersebut didirikan pada tanggal 8 Mei 2017 lalu.

Pesawat Maritim tersebut pernah dipakai saat mengusir penjajah kapal Portugis di perairan Indonesia tepatnya di Laut Timor Leste pada masanya.

Bundaran ini menghubungkan Jalan Boelevard Kendari, Jalan Brigjen Katamso serta Jalan Jendral Ahmad Yani dan Jalan Poros Bandara Halu Oleo.

Meski dikelilingi rerumputan dan tumbuhan hijau yang terawat, tetapi keindahannya hanya dapat dinikmati di siang hari.

Warga Kota Kendari, Sutrisno (27) mengatakan sangat disayangkan bundaran tersebut tak diberi lampu penerangan guna menerangi taman di dalamnya.

Baca juga: BKSDA Kerjasama BPJN Sultra, Preservasi Jalan Kawasan Wisata Tirta Rimba Baubau & Cagar Alam Lamedai

"Entah rusak atau tidak terpasang tapi sayang kalau dibiarkan gelap, apalagi ini monumen," katanya saat ditemui, Rabu (22/9/2021).

Hal serupa juga dikatakan warga Kota Kendari, Fandi (25). Menurutnya, saat malam hari tak ada lampu penerangan di area taman bundaran.

"Padahal kalau ada, bisa lebih keren. Meski sedikit terang dengan lampu jalan, tapi akan lebih indah kalau dihiasi lampu sorot atau sejenisnya," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantuan TribunnewsSultra.com, harga lampu sorot untuk taman berkisar mulai Rp31 ribu hingga Rp500 ribu dengan jenis ukuran dan warna berbeda-beda. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved